Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perusahaan lokal juga siap bersihkan Monas tak dibayar

Perusahaan lokal juga siap bersihkan Monas tak dibayar Ilustrasi monas. Ilustrasi shutterstock.com

Merdeka.com - Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggandeng perusahaan Kaercher untuk membersihkan Monas, disesalkan Asosiasi Perusahaan Klining Servis Indonesia (APKLINDO). Perusahaan asal Jerman tersebut dinilai hanya menjual alat-alat pembersih.

"Kaercher itu perusahaan yang menjual alat-alat cleaning service dengan high preasure," kata Ketua Umum APKLINDO, H.M. Shiddiq di kantor mereka, Jumat (25/4).

Menurutnya, pembersihan Monas yang terbuat dari marmer tidak hanya dibersihkan saja. Namun, pembersihan material marmer harus melalui beberapa tahapan.

"Saya contohkan, sebelum dibersihkan lantai marmer itu harus diberikan lapisan. Semua ada prosedurnya," paparnya.

Terkait dengan persyaratan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengharuskan perusahaan yang membersihkan Monas tidak dibayar. Selain itu, perusahaan harus profesional.

"Kaercher tidak dibayar, kita siap tidak dibayar, tanpa minta duit."

Dia menambahkan, jika APKLINDO dianggap tidak profesional, dirinya meminta Ahok menunjukan di mana ketidakprofesionalan asosiasi yang sudah berumur 29 tahun itu.

"Kalau kita dianggap tidak profesional, tunjukan di mana ketidakprofesionalannya?" ujarnya.

Menurut Ahok, Pemprov DKI telah membuat syarat-syarat bagi pihak yang berminat untuk membersihkan Monas. Syarat tersebut yakni tidak meminta bayaran dan memiliki sikap profesional. Oleh karena itu, mantan bupati Belitung Timur ini menilai perusahaan Kaercher dapat membuktikannya dan pernah membersihkan sejumlah bangunan terkenal di berbagai belahan dunia.

"Kami sih inginnya gratis tapi tidak merusak. Kita kan ini bikin standar, gratis profesional. Pengennya itu," tutur dia.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta sudah berencana akan membersihkan tugu Monumen Nasional (Monas) pada 5-18 Mei 2014. Pembersihan tersebut akan melibatkan perusahaan pembersih asal Jerman yakni Kaercher.

Alasan Pemprov DKI Jakarta menggandeng perusahaan Kaercher karena perusahaan tersebut telah membersihkan lebih dari 80 monumen terkenal di dunia, seperti Basilika Santo Petrus di Vatikan (1998), Gunung Rushmore di Amerika Serikat (2005), dan London Eye di Inggris (2013).

(mdk/did)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP