Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Perjuangan mereka didik anak jalanan tanpa pamrih

Perjuangan mereka didik anak jalanan tanpa pamrih Bocah murid SAAJ. ©2015 Merdeka.com/Desi Aditia Ningrum

Merdeka.com - Siapa bilang anak-anak jalanan tak punya impian. Mereka juga ingin meraih masa depan seperti yang dicita-citakan.

Tapi sayang, mereka tak semuanya punya kesempatan bersekolah seperti anak-anak lainnya. Kendalanya hanya satu yakni soal biaya.

Itu sebabnya mereka menganggap sekolah alternatif anak jalanan (SAAJ) jadi solusi. Di sekolah khusus anak jalanan itu kini murid sudah 64 orang anak. Semua anak-anak tersebut berasal dari latar belakang keluarga tidak mampu dan anak jalanan.

"Mayoritas di sini anak-anak pemulung," kata Kepala SAAJ, Lucy Angela (31), di SAAJ, Jakarta, Sabtu (5/12).

bocah murid saaj

Lucy menuturkan, perekrutan murid di SAAJ melalui sosialisasi ke tempat-tempat anak jalanan atau pemulung.

"Lama-lama tanpa ada sosialisasi mereka datang sendiri, lalu di kalangan pemulung dari mulut ke mulut," katanya.

Lanjutnya, di SAAJ ini hanya terdapat tiga orang guru tetap dan satu guru pendamping. Guru-guru tersebut, kata Lucy, tidak mendapatkan gaji.

"Hanya uang transport, itu juga dari kolekan komunitas atau dari donatur. Tapi dari donatur juga enggak setiap bulan," terangnya.

Menurutnya, selama ini belum ada bantuan dana dari pemerintah. Dia juga berharap pemerintah memperhatikan nasib anak-anak didiknya.

"Saya berharap tempat ini jangan digusur kalau bisa diperhatikan. Yang kita lakukan ini meringankan Pemerintah. Saya ingin anak-anak bisa dapat tempat yang lebih layak," ujarnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP