Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Peringatan keras Djarot ke PNS, gaji sudah besar jangan korupsi

Peringatan keras Djarot ke PNS, gaji sudah besar jangan korupsi PNS DKI Jakarta. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Djarot Saiful Hidayat kembali aktif sebagai wakil gubernur DKI Jakarta usai cuti kampanye selama tiga bulan. Sejak Minggu (12/2) kemarin, dia mendatangi sejumlah wali kota.

Hari ini, Djarot melantik sejumlah PNS yang baru saja diangkat Plt Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono. Dalam sambutannya, Djarot banyak memberikan pesan buat PNS yang baru naik pangkat.

"Yang menilai yang merasakan bukan kita sendiri, tapi orang lain. Jadi anda seperti ini di samping karena anda sendiri juga karena penilaian orang lain. Gak bisa kita mengatakan saya paling hebat kerja beres," kata Djarot membuka pidatonya di Gedung Teknik Abdul Muis, Jakarta Pusat.

Banyak hal yang dipesankan Djarot. Tapi ada satu hal yang berkali-kali dia ingatkan pada PNS DKI yang saat ini secara pendapatan sudah sangat mumpuni. Saat ini, menurut Djarot, gaji terkecil PNS DKI Jakarta antara Rp 10 juta sampai Rp 20 juta.

Dia meminta pendapatan yang diterima disyukuri dan tidak coba-coba bermain mata alias korupsi.

"Kerja klemer-klemer lambat lah pokoknya, jangan loh. Apalagi belum gajian cemberut semua. Masya Allah. Gak punya duit juga harus senyum. PNS DKI minta tolong itu disyukuri jangan punya pikiran macam-macam lagi sehingga tidak ada lagi kebiasaan, dulu pegawai negeri gaji kecil korupsinya yang banyak. Kalau Anda swasta dapat gaji Rp 30 juta dan Rp 40 juta itu levelnya sudah manager," jelasnya.

"Kalau gak puas, pengen gaji lebih tinggi lagi berapa? 100 juta? Kalau gitu maaf anda tidak cocok (jadi PNS DKI), usaha aja," sambung Djarot.

Dia juga meminta PNS DKI yang naik pangkat tak menjadi jemawa dan lupa dengan asal usulnya. Tetap rendah hati meski wibawa tetap perlu ada.

"Kalau sudah melalui banyak ujian, kadang ada pejabat begitu naik pangkat, berubah penampilannya, berubah senyumnya, berubah matanya, berubah pergaulan, berubah dan lupa pada teman-temannya dan menganggap orang lain di bawahnya. Kalau mental seperti itu, saya pastikan anda tidak akan lama, tidak akan awet," katanya.

Ditambahkan dia, jika seseorang punya hati yang bersih, pasti tak berniat melakukan korupsi. "Karena bersih itu menyangkut masalah integritas dan karakter. Ketika dia bersih, dalam hatinya bersih, niatnya bersih, tidak ada sedikitpun untuk niat korupsi, secara totalitas melayani betul, saya yakin betul anda akan punya wibawa," ujar mantan wali kota Blitar ini.

Sebelum menutup pidatonya, Djarot berharap PNS tetap meningkatkan prestasinya. Sebab, indikator penilaian seorang PNS pastilah berdasarkan kinerjanya.

"Kalau orang dalam bekerja sudah dibayangi keinginan besar itu tanpa introspeksi meningkatkan kinerja biasanya keinginan itu tidak tersampaikan," tegas politikus PDIP itu.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP