Perang urat saraf Murdaya Poo dan Jokowi soal PRJ
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo yang biasanya ramah tiba-tiba meradang saat diminta tanggapannya soal kegiatan Pekan Raya Jakarta (PRJ). Penyulut kemarahan itu adalah pernyataan Komisaris PT JIExpo Murdaya Poo yang menyebut PRJ bukanlah pameran kerak telor.
"Karena dia enggak memulai dari awal. Dia ngertinya hanya untung, hanya untung, hanya untung, tahu!" tegas Jokowi dengan muka merah saat mengunjungi penjual kerak telor di pinggiran PRJ Kemayoran Jakarta.
Sedari awal Jokowi berpendapat jika kegiatan tahunan itu tidak pro pada rakyat kecil. Untuk itu, selain berencana memindahkan PRJ ke Monas, Jokowi juga memiliki konsep kerakyatan agar bisa mengakomodir para pedagang kecil.
Menurut Jokowi , harus kombinasi antara usaha kecil, menengah dan memamerkan produk-produk berbasis budaya. Saat ini, Dia melihat PRJ jauh dari roh kerakyatan. PRJ hanya menonjolkan kepentingan bisnis besar dan hanya mengejar kepentingan komersialisme.
"Hanya orientasi keuntungan, yang kecil enggak dapat apa. Nanti kita luruskan dulu. Kalau memang bisa lurus tidak ada masalah. Kalau enggak bisa lurus yah pisah," kata Jokowi .
Mantan wali kota Solo ini menjelaskan, dari awal konsep PRJ adalah hiburan rakyat dalam rangka menyambut HUT DKI. Di PRJ, dagangan yang dijual adalah hasil kreatifitas warga atau home industri, bukan barang-barang mewah.
"Mikro-mikro, usaha-usaha rumah tangga seperti ini yang seharusnya diberi ruang. Biar mereka bisa berpesta setahun sekali. Itu yang baru kita rapatkan sekali dua kali. Mateng nanti saya sampaikan," jelasnya.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok ) mengatakan sudah lama muncul keinginan dari DPRD DKI dan masyarakat agar PRJ diadakan sendiri tanpa melalui PT JIExpo, penyelenggara selama ini.
Ahok menilai PT JIExpo tidak fair. Karena, setiap kali Pemprov DKI mau membikin stan, selalu disuruh membayar mahal senilai Rp 4 miliar.
"Tapi kalau mau jujur PT JIExpo juga kurang ajar. Masa Pemerintah mau bikin stan malah disuruh bayar mahal Rp 4 miliar. Tadinya saya bilang kalau dinas enggak boleh ikut semua. Akhirnya disepakati bahwa tahun ini dapat gratis tapi cuma tahun ini," katanya.
Komisaris Utama PT JIExpo Murdaya Poo menanggapi santai soal wacana pemindahan PRJ dari Kemayoran ke lapangan Monas. Menurutnya, pelaksanaan PRJ tetap dibuka 6 Juni besok.
"Saya rasa Jakarta Fair tetap Jakarta Fair di situ (Kemayoran). Soal Pak gubernur ( Jokowi ) mau apa, saya nggak ngerti. Toh besok tanggal 6 dibuka," kata Murdaya Poo .
Suami terpidana korupsi Hartati Mudaya mengatakan untuk masuk dan mendapatkan stan di arena PRJ tidak perlu merogoh kocek mahal-mahal. Namun, dia menegaskan bahwa PRJ bukan hanya ajang pameran kerak telor, sehingga tetap harus dibatasi.
"Di luar ada, di dalam ada, (PRJ) bukan pameran kerak telor," tegasnya.
"Jakarta Fair itu paling murah, sangat-sangat murah. Siapa pun yang masuk di situ untungnya berlipat ganda. Orangnya yang berebut masuk Jakarta Fair berkali kali lipat tiap tahunnya bertambah," tandasnya. (mdk/did)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya