Penjualan PT Delta Djakarta Bikin Untung atau Buntung?
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana untuk menjual seluruh saham PT Delta Djakarta. Walaupun sebenarnya dalam lima tahun terakhir, rata-rata sumbangsih dividen BUMD yang memproduksi bir itu mencapai Rp 38 miliar per tahun.
Namun rencana Anies tersebut mendapat penolakan oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Alasannya karena Delta Djakarta tidak memberikan kerugian, melainkan keuntungan bagi Pemprov DKI Jakarta.
Pengamat Kebijakan Publik Trubus Rahadiansyah mengatakan, seharusnya Anies bisa memberikan alasan yang jelas mengenai rencana menjual PT Delta Djakarta tersebut. Jangan sampai ambisi memenuhi janji kampanye tersebut malah memberikan dampak buruk bagi warga Ibukota.
"Lebih baik dipertahankan saja. Kan bisa ditingkatkan malah akan menambah lapangan pekerjaan tinggal diberi stimulus," katanya kepada Merdeka.com, Selasa (5/3).
Dia mengingatkan kebijakan Anies saat mulai memimpin Pemprov DKI Jakarta. Kala itu, mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tersebut memutuskan untuk menutup Alexis. Ini memang sesuai dengan janji politiknya, namun nasib mereka yang mencari nafkah di sana tidak jelas akhirnya.
"Sama seperti menutup tempat hiburan Alexis saja enggak ada solusi, Kan tidak semua pegawainya atau karyawan itu semuanya mesum, itu ada yang murni bekerja. Bagaimana kelanjutannya enggak ada, malah menciptakan pengangguran," ujarnya.
Trubus menyarankan Anies untuk memikirkan betul rencana penjualan Delta Djakarta. Memasuki revolusi industri 4.0, akan banyak pekerjaan yang hilang dan berganti baru. Jika ini tidak diantisipasi maka akan berdampak pada meningkatnya angka pengangguran.
Untuk itu, peningkatan investasi terhadap Delta Djakarta dinilai bisa menjadi solusi. Dengan Delta Djakarta diperkuat, diperluas dan diberdayakan diyakini akan memberikan dampak positif. Jangan sampai keputusan diambil karena permasalahan politik.
"Anies lebih banyak atas kepentingan politis, soal janji politik," tutupnya.
Sebelumnya, Anies mengungkapkan, akan menyampaikan pendapat Prasetio kepada rakyat Jakarta. Jika rakyat mendukung langkah DPRD DKI, dia mengatakan, maka pihaknya tidak melanjutkan rencana penjualan saham itu. Jika sebaliknya, mantan Rektor Paramadina itu mengimbau, rakyat menyampaikan aspirasinya.
"Kita berniat melaporkan itu. Kita laporkan kepada rakyat Jakarta bahwa wakil-wakil anda ingin tetap memiliki saham bir. Biar nanti warganya juga yang ikut menyampaikan aspirasinya," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (5/3).
Anies mengaku bila PT Delta Djakarta Tbk memberikan keuntungan untuk Pemprov, meskipun tidak banyak. Karena itu, dia menilai penjualan saham perusahaan bir dapat dimanfaatkan untuk pembangunan.
"Dana itu jauh lebih bermanfaat bila kita gunakan untuk pembangunan bagi masyarakat kita. Apalagi dengan ukuran APBD kita sekarang, itu menjadi kecil sekali dari situ," ujarnya.
Sedangkan, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi menilai perusahaan bir tidak merugikan Pemprov DKI Jakarta. Karena itu, dia tetap menolak rencana pelepasan saham di PT Delta Djakarta Tbk.
"Saya tetap berprinsip, enggak ada yang merugikan untuk pemerintah daerah, apalagi yang dikatakan setahun dapat Rp 50 miliar," kata Prasetio di kantor DPRD DKI Jakarta, Senin (4/3/2019).
Politisi PDI Perjuangan itu mengimbau agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dapat memikirkan kembali rencana pelepasan saham itu. Prasetio mengaku pihaknya pernah menerima surat dari Anies mengenai rencana pelepasan saham.
Kendati begitu, dia mengaku hanya menghiraukannya dan hingga saat ini belum ada pembahasan bersama antara Pemprov DKI Jakarta dan DPRD.
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya