Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Penjelasan Pemprov DKI Menyoal Target 1,8 Juta Sumur Resapan

Penjelasan Pemprov DKI Menyoal Target 1,8 Juta Sumur Resapan Wagub DKI Ahmad Riza Patria. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan 1,8 juta sumur resapan adalah kebutuhan Jakarta bukan target yang harus tercapai hingga 2022. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Riza mengatakan perlu ada kolaborasi antara Pemprov dengan pihak swasta.

"Jadi kita ini punya perencanaan jangka panjang kebutuhan sumur resapan itu 1,8 juta, kebutuhan MRT misalnya 230 Km, apa mungkin satu periode? tidak mungkin. Mungkin 2, 3, 4 periode ke depan, memang ini membutuhkan waktu," kata Riza di Balai Kota, Rabu (24/2).

Sama seperti banjir, menurut Riza penanganan banjir mustahil dituntaskan dalam kurun 1 periode kepemimpinan. Perlu ada keberlangsungan antar periode pemimpin untuk mencapai satu program.

Riza mencontohkan pembuatan banjir kanal barat dan timur yang tidak diselesaikan satu masa pemerintahan gubernur.

Dibanding melihat kuantitas fisik satu program, politikus Gerindra itu mengajak seluruh pihak melihat kemajuan program yang terjadi di setiap periode.

"Kita harus melihat juga jujur fakta dan data. Di periode ini apa progresnya? Sangat baik terkait banjir satu hari selesai. Sebelumnya berhari-hari. Kemudian, lihat curah hujannya. Ke sini semakin tinggi itu artinya bebannya semakin berat. Tapi kami bisa mengatasi secara baik," tandasnya.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini, sekarang telah menjabat Wakil Wali Kota Jakarta Utara, menargetkan 300 ribu lebih sumur resapan dapat dikerjakan pada 2021-2022. Ia juga mengatakan, seluruh dinas diwajibkan memiliki sumur resapan di setiap kantor.

"Kalau 2021-2022 rencana kita tinggal 300 ribu titik dengan anggaran Rp400 miliar," kata Juaini di gedung DPRD DKI, Senin (22/2).

Saat ini, kata Juaini, sumur resapan yang dikelola oleh Dinas SDA sebanyak 2.794 titik. Sementara untuk sumur resapan di bawah dinas lain, ia mengaku tidak mengetahui detil.

Namun yang jelas, Juaini menegaskan, sumur resapan sangat efektif mengendalikan volume banjir Jakarta. Untuk itu, ia memastikan pembuatan sumur resapan periode 2021-2022 dapat terlaksana dengan cepat.

Juaini menuturkan, untuk pembuatan sumur resapan pada periode 2020 Dinas SDA mengalami kendala akibat minimnya vendor. Pada pekerjaan tahun selanjutnya, 100 vendor siap mengerjakan sumur resapan.

"(Sumur resapan) sangat efektif, yang selama ini sering terjadi genangan di lokasi itu karena ada sumur resapan seperti yang dibilang seperti di depan kantor Kecamatan Jatinegara, biasa ada genangan di badan jalan itu hilang, lari ke sumur resapan itu," kata Juaini.

Dia menambahkan, lokasi terbanyak sumur resapan ada di lahan aset DKI seperti sekolah negri, kantor kecamatan, Puskesmas.

"Termasuk di lahan lahan punya taman, kalau di taman kita bisa buat lebar, di badan jalan di pinggir-pinggir jalan itu, separator, kita bisa buat yang lebih luas hingga daya tampungnya juga lebih besar," ucapnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP