Pengunjung Ancol dan Ragunan Masih di Bawah 25% saat Cuti Bersama Hari Ini
Merdeka.com - Hari libur panjang dimanfaatkan sejumlah masyarakat berkunjung ke tempat wisata. Namun berbeda saat pandemi Covid-19. Sejumlah tempat wisata di Jakarta terpantau masih sepi.
Berdasarkan data yang disampaikan Rika Lestari sebagai Kepala Bidang Komunikasi PT Impian Jaya Ancol jumlah pengunjung yang datang hingga pukul 17.00 WIB sebanyak 15.791 orang.
Jumlah ini disampaikan Rika masih di bawah batas kapasitas maksimal 25 persen. Batasan tersebut diatur oleh Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta yang diterbitkan melalui surat edaran Nomor 371 Tahun 2020.
"Jumlah ini masih di bawah 25 persen," ucap Rika kepada merdeka.com, Rabu (28/10).
Rika menjelaskan, untuk mengukur tinggi rendahnya antusias warga berlibur ke Ancol harus menunggu data pengunjung sampai hari Minggu. "Untuk proyeksinya kami masih melihat antusiasnya sampai hari Minggu nanti," tuturnya.
Kondisi serupa juga terjadi di Taman Margasatwa Ragunan. Berdasarkan data yang disampaikan Humas, jumlah pengunjung hingga pukul 11.00 WIB, sebanyak 479 orang.
Kepala Humas Taman Margasatwa Ragunan, Wahyudi Bambang mengatakan, jumlah tersebut masih jauh dari batas maksimal yang ditetapkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, 25 persen dari kapasitas.
"Masih jauh dari 25 persen. Kalau 25 persen di angka 2 ribuan pengunjung," ujar Wahyudi.
Kendaraan yang digunakan pengunjung untuk datang ke TMR, didominasi oleh sepeda, yaitu 152 unit sepeda, 39 unit sepeda motor, 75 unit mobil.
"Sementara untuk pembelian tiket dilakukan secara daring," tuturnya.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meminta agar masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan saat menghabiskan waktu libur panjang akhir Oktober 2020. Seperti halnya penggunaan masker.
Dia mengatakan keluarga merupakan salah satu klaster penyebaran Covid-19 tertinggi. Saat libur panjang sejumlah masyarakat juga memilih menghabiskan waktu untuk berkumpul bersama keluarga besar ataupun liburan.
"Saya anjurkan kepada seluruh masyarakat, jangan karena merasa keluarga, kemudian masker dicopot. Karena itu merasa keluarga, rasanya aman, lalu maskernya tidak dipakai," kata Anies di Polda Metro Jaya.
Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan menyatakan hal tersebut guna meminimalisir penyebaran virus corona atau Covid-19. Sebab virus tidak memilih lokasi penyebaran di masyarakat.
"Virusnya tidak memilih lokasi penularan, lokasi penularan itu justru kebanyakan di ruang ruang private, bukan di ruang ruang publik saja," jelasnya.
(mdk/ray)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya