Pengumuman 'antrean kereta di Manggarai' jadi momok pengguna KRL
Merdeka.com - Pagi itu sekitar pukul 08.20 Wib, kereta Commuter Line tujuan Bogor-Bukit Duri tak terlalu ramai. Penumpang sedikit tenang karena tak perlu berdesakan di kereta.
Separuh perjalanan mulai Stasiun Bogor sampai Stasiun Pasar Minggu berjalan lancar. Penumpang kembali lega karena bisa ke kantor dan tempat tujuan yang sudah direncanakan tepat waktu.
"Biasanya sering berhenti lama di Stasiun Citayam, atau Stasiun Universitas Indonesia," terang Nia, salah satu pengguna saat berbincang dengan merdeka.com, Rabu (31/8).
Rupanya, perasaan lega Nia saat itu berubah jadi emosi. Saat kereta yang ditumpanginya berhenti di Stasiun Pasar Minggu lebih dari semenit belum juga jalan. Biasanya, kata dia, kereta langsung melaju setelah ada ucapan 'Selamat Datang'.
"Sudah satu menit ini, curiga ada apa-apa," ucapnya.
Benar saja, tak lama kemudian, dari ruangan masinis memberikan kabar bahwasannya kereta belum bisa diberangkatkan karena ada antrean kereta di Stasiun Manggarai. Buat pengguna KRL, pengumuman seperti ini menjadi hal menakutkan. Belum lagi mereka harus mengejar waktu.
"Soalnya waktunya enggak pernah pasti, kadang cepat tapi bisa sampai setengah jam. Kaya saya pernah alami setengah jam," ucapnya kesal.
Terkadang, tambahnya, makin bikin kesal karena pemberhentian hanya beberapa meter lagi mendekati stasiun. Selain itu, tambahnya, kejadian serupa bukan cuma terjadi di jam sibuk masuk atau pulang kerja.
"Kadang-kadang tengah hari biasa juga suka begini," tambahnya.
Sebenarnya, bukan cuma soal jadwal kegiatan yang terganggu. Lebih dari itu, kondisi kereta akan sangat padat.
"Jadi kayak apa ya namanya, satu detik kereta terlambat biasa numpuk dah itu penumpang. Di dalam kereta udah kaya pepes," ucapnya sambil tertawa.
Kisah Nia, coba dikonfirmasi ke pihak Kereta Commuter Jakarta (KCJ) sebagai pengelola kereta rel listrik Commuter Line. Dia pastikan pengumuman antrean kereta di Manggarai benar adanya, bukan karena ada gangguan yang ditutupi.
"Biasanya penahanan terjadi karena kepadatan lintas jalur rel antara Manggarai Gambir sehingga beberapa KRL antrean dan tertahan khususnya yang ke Jakarta Kota," terang Kepala Humas KCJ, Eva Chairunnisa, kepada merdeka.com lewat pesan singkat.
Banyak orang bertanya, jika perjalanan hari ini lancar, kenapa besok terganggu. Toh jumlah kereta dan jadwal perjalanan tak ada yang berbeda.
Soal itu, Eva mengatakan, biasanya kalau kereta jarak jauh mengalami keterlambatan masuk Jakarta, maka akan berdampak pada perjalanan KRL.
"Misalnya kerena itu melakukan proses langsir atau putar di lokasi di gambir, biasanya di jam tersebut bisa menyebabkan antrean. Karenakan kita masih satu jalur dengan kereta jarak jauh. Jalur yang kita lewati menuju Jakarta Kota dari Manggarai, jalur yang sama dengan yang dilintasi kereta jarak jauh. Makanya kadang setiap hari beda-beda kondisinya," papar Eva.
Khusus untuk KRL, katanya, jumlah perjalanan masih sama dan belum ada penambahan. "Tidak ada pengurangan tetap 897 perjalanan per hari," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya