Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengamatan Ditlantas soal jalanan Tanah Abang kini: Lebih parah dan stagnan

Pengamatan Ditlantas soal jalanan Tanah Abang kini: Lebih parah dan stagnan PKL di trotoar Tanah Abang. ©2017 Merdeka.com/Ahda Bayhaqi

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta belum juga menindaklanjuti enam rekomendasi Ditlantas Mapolda Metro Jaya terkait penutupan Jl Jatibaru, Tanah Abang, untuk lapak pedagang kaki lima. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno, meminta kepolisian adu data jika benar kebijakan itu menyebabkan kemacetan.

Direktur Lalu Lintas Mapolda Metro Jaya, Kombes Pol Halim Pagarra menegaskan kembali kebijakan itu membuat macet kawasan Tanah Abang dan itu dibuktikan anak buahnya yang bertugas di lapangan.

"Iya saya dapat laporan dari anggota itu lebih padat dari sebelumnya," ujar Halim saat dihubungi merdeka.com, Selasa (30/1).

Kondisi yang kini terjadi bahkan lebih parah dari sebelum kebijakan itu diterapkan.

"Iya lebih parah karena stagnan. Karena kendaraan menuju arah Jati Baru. Jatibaru itu kan ada dua lajur, satu untuk PKL satu untuk Transjakarta. Katanya masih diusahakan angkot lewat situ, OK Trip. Yang lewat situ rupanya angkot, yang seharusnya bisa mutar tapi ditutup," ujarnya.

Dia hanya bisa berharap Anies-Sandi mau membuka diri atas usulan yang disampaikan pihaknya. Karena kepolisian tak mau ada debat kusir soal kebijakan tersebut.

"Enggak lah, itu kan bertentangan (nggak mau debat). Kan saya sampaikan bahwa dengan kebijakan itu maka akan menambah kemacetan.Rekomendasi saya salah satunya perlu ada kajian baik ekonomi, sosial maupun hukum. Kalau aturan hukum kan sudah melanggar aturan hukum. Lalu dari kajian ekonominya, yang berdagang apakah ada yang mengeluh," jelas Halim.

Sebelumnya Sandi mengklaim sesuai data yang dia peroleh dari Jakarta Smart City beban kemacetan akibat kebijakan penutupan Jalan Jati Baru Tanah Abang Jakarta Pusat, mengalami kenaikan 12 persen pada periode uji coba.

"Tapi yang kita ingin lihat secara detail adalah data-data yang dimiliki teman-teman dirlantas yang naik 60 persen. Karena dari periode uji coba dengan sebelumnya, data kami lihat sendiri adalah ada kenaikan 12 persen dari sebelumnya. Tapi kalau dilihat dari periode critical, yaitu antara Oktober sampai Desember itu justru masih ada penurunan," ungkapnya di Pulau Bidadari, Kepulauan Seribu, Senin (29/1).

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP