Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pengakuan Pak Ogah di Kebon Jeruk soal pelatihan Supeltas oleh polisi

Pengakuan Pak Ogah di Kebon Jeruk soal pelatihan Supeltas oleh polisi Pak Ogah di Kebon Jeruk. ©2017 Merdeka.com

Merdeka.com - Polda Metro Jaya menunggu dilantiknya Anies BAswedan menjadi Gubernur DKI untuk melanjutkan program Sukarelawan Pengatur Lalu Lintas alias Supeltas. Untuk diketahui Supeltas sudah ditolak mentah-mentah oleh Djarot Saiful Hidayat dengan alasan tidak ada ruang di APBD untuk membayar honornya.

Meski demikian, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagara klaim pelatihan Supeltas sudah dilakukan di beberapa lokasi. Hal itu diamini Soleh, pria 38 tahun yang sehari-hari mengatur lalu lintas di daerah Kebon Jeruk, Jakarta Barat tepatnya di depan pintu masuk Tol Kebon Jeruk.

Soleh mengaku ia bersama rekannya sesama Pak Ogah se-Jakarta Barat sudah sempat diberi pelatihan mengatur lalu lintas oleh Kepolisian.

"Udah udah direkrut seluruh Jakbar dikumpulin di Tomang di Taman Cattleya. Dikumpulin di sana semua. Sempet seminggu digembleng di sana dilatih pagi sampe jam dua. Hari senin sampe sabtu," ujar Soleh saat berbincang dengan merdeka.com di Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Selasa (19/9).

Sayang, usai satu pekan Soleh mengikuti pelatihan tersebut belum ada kepastian dari Kepolisian terkait tahapan selanjutnya yang harus dijalani. Hal itu terkait ditolaknya program Supeltas oleh Djarot.

"Pas pelatihan dikasih tahu saja. Masih nunggu kepastian dari Ditlantas sekalian pelantikan gubernur yang baru," ungkap pria yang sudah menjalani profesi Pak Ogah selama 13 tahun ini.

Padahal, di beberapa wilayah penyangga Jakarta, program Supeltas sudah dilantik dan mendapatkan rompi.

"Kalau di daerah Bekasi mah udah dikasih rompi, Tangerang juga. Jakarta doang yang belum," tuturnya.

Saat pelatihan Supeltas, Soleh mengaku diberi pengetahuan layaknya Polantas saat mengatur lalu lintas.

"Latihan doang, latihan cara Polantas gitu," ucapnya.

Soleh juga memaparkan pendapatnya mengenai program supeltas tersebut. Terlebih lagi untuk kepentingan para supeltas dan kepentingan pribadinya.

"Kalau buat kebaikan pribadi si bagus. Sekarang Supeltas tuh harus tertib memang ada batasnya juga," ujar soleh.

Saat ditanya mengenai penghasilan Supeltas nantinya, ia juga belum dapat menyebutkan nominal lantaran belum resmi dan belum dilantik. Namun untuk penghasilan perhari sebagai pengatur lalulintas biasa atau yang sering disebut masyarakat dengan sebutan Pak Ogah, ia mengaku penghasilannya berkisar seratus ribu perhari.

"Denger denger si UMR tapi itukan mungkin digodok dulu sama pemerintah. Kalau polisi cuma ngasih pelatihan, kostum. Kalau penghasilan sekarang paling seratus seharinya sih," tutupnya.

(mdk/rhm)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP