Pemprov DKI stok sembako antisipasi lonjakan harga saat Ramadan
Merdeka.com - Pelaksana tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengatakan tidak akan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga bahan pokok selama bulan Ramadan. Menurut Djarot, Pemprov DKI akan memanfaatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan menyetok sembako menghadapi lonjakan harga saat puasa.
"Bukan menekan, tapi menstabilkan karena Pemprov kita ini kan anggota pengendali inflasi daerah yah. Jadi kita lakukan bukan operasi pasar, tapi kita punya BUMD. Sehingga harga bahan pokok di Jakarta yang sekarang kita pantau relatif stabil terutama kayak beras, gula, terigu, daging dan lain-lain," kata Djarot di Balai Kota Jakarta, Selasa (30/5).
Pemrov DKI juga telah mengantisipasi tengkulak-tengkulak yang memainkan harga atau menimbun barang untuk memperkaya dirinya sendiri. Salah satu untuk mengantisipasi tengkulak dengan adanya food station.
"Kalau itu sudah kami antisipasi yah. Salah satunya kita punya food station, itu tujuannya untuk mengantisipasi para tengkulak-tengkulak itu. Food station juga sekarang berubah kalau dulu hanya untuk nyewa-nyewain gudang kalau sekarang sudah melakukan pembelian dan kerja sama dengan Bulog untuk menstabilkan harga beras dan lainnya," katanya.
Mantan Wali Kota Blitar ini juga mengatakan, DKI Jakarta bukan produsen bahan pokok untuk itu dirinya telah bekerjasama dengan daerah lain yang selama ini mensuplay kebutuhan pokok untuk Ibu Kota.
"Kami langsung kerja sama dengan pemerintah daerah karena Jakarta kan bukan daerah produsen tapi distibusi maka kita kerja sama dengan pemerintah daerah seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat serta Lampung yah dan daging dengan NTT. Dan ini yang kita lakukan selama ini," pungkasnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya