Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemprov DKI segera naikkan tarif parkir dan pajak kendaraan

Pemprov DKI segera naikkan tarif parkir dan pajak kendaraan Kemacetan Jakarta. ©2015 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Saefullah mengatakan Pemprov DKI Jakarta berencana menaikkan tarif parkir. Dengan tarif yang semakin mahal diharapkan mengurangi jumlah kendaraan pribadi dan kepadatan di jalanan Ibu Kota. Kepadatan Jakarta semakin parah semenjak adanya beberapa pembangunan fly over dan underpass.

"Kalau parkirnya murah, orang (naik kendaraan pribadi) parkirnya saja mahalin supaya nanti orang pindah, untuk mobil dan kendaraan bermotor. Kita masih bisa naik sekitar 10 persen dari yang sekarang," katanya di Balai Kota, Senin (7/8).

Saefullah mencontohkan daripada mengeluarkan Rp 50.000 sampai Rp 100.000 per hari hanya untuk membayar parkir lebih baik beralih ke kendaraan umum.

"Kalau parkir sehari ke Jakarta 3-4 parkir lumayan tuh, mendingan simpan di rumah, naik kendaraan umum. Kalau pola ini orang sudah berfikir ke sana, kan nanti secara terpaksa orang akan beralih dari transportasi pribadi ke kendaraan umum," tukasnya.

Tak hanya tarif parkir yang naik, Saefullah mengatakan, pajak kendaraan juga akan dinaikkan agar semua beralih ke kendaraan umum. "saya rasa itu kenapa pajak kendaraan kita mau naikin, karena ini sudah sangat sedikit, yang kedua pajak mobil juga akan kita naikin juga. Agar orang beralih ke kendaraan umum, itu saja," katanya.

Terkait kenaikan tarif parkir ini, harus dibahas terlebih dahulu dengan DPRD DKI agar perubahan perda dapat segera dibahas. "Itu harus perdanya diubah, makanya tadi saya bilang segera lakukan kajian, bahas dengan DPRD karena itu kan (penentuan kenaikan) tarif harus dengan DPRD," ungkapnya.

Saefullah menjelaskan setiap dua penduduk Jakarta mempunyai satu sepeda motor sudah sangat menyumbang kemacetan, terlebih jika dua penduduk Jakarta satu mobil kendaraan di jalan raya akan membludak.

"Bagaimana enggak bisa gerak, ini posisinya sudah 4 penduduk Jakarta 1 mobil. ini sudah sama kayak Los Angeles ya, di Amerika, tapi mereka di sana lebih tertib, pajak mahal dan sebagainya," pungkasnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP