Pemprov DKI kirim 83 Satgas bencana dan beri bantuan Rp 60 M ke Sulteng
Merdeka.com - Pemprov DKI mengirimkan 83 Petugas Satgas Bencana untuk membantu korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah Pelepasan satgas dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan usai upacara Hari Kesaktian Pancasila di Monas hari ini.
"Pancasila tidak bisa dilepaskan dari kehidupan berbangsa. Pancasila sumber inspirasi kehidupan DNA bernegara. Pada saat yang sama Donggala dan Palu terjadi bencana, karena itu ibu kota tak hanya diam ibu kota turun tangan untuk saudara kita di Donggala dan palu," kata Anies di Monas, Senin (1/10).
"83 Personel ke Sulawesi tengah, kepada saudara yang berangkat, jangan anggap sebagai pengorbanan," tambahnya.
Anies menyatakan kehadiran satgas di sana adalah bentuk kehormatan. Ia meminta petugas membantu dengan hati.
"Ini adalah kehormatan, saudara-saudara hadir datangi dengan senyum, dengan sepenuh hati. Insya Allah anda akan diterima dengan sepenuh hati, anda semua hadir di masa sulit, kita tidak ingin berpangku tangan, apalagi di ibu kota," ucapnya.
Mantan Mendikbud itu mengatakan, tim yang berangkat berasal dari berbagai bidang, dari Badan Penanggulangan Bencana hingga Dokter spesialis.
"Terdiri dari komponen BPBD, dinas sosial, satpol PP, kesehatan, spesialis ortopedic, apoteker, dinas kehutanan, biro administrasi, biro, semua ini akan diberangkatkan hari ini, sampai 10 Oktober. kita hadir membereskan fase pertama di sana," ucapnya.
Selain itu, Pemprov DKI juga mengalokasikan dana sebesar Rp 60 miliar untuk bantuan bencana Sulawesi Tengah. "Pemprov juga akan mengalokasikan Rp 60 M untuk membantu meringankan beban," kata Anies.
Selain itu, Balai Kota DKI juga akan menjadi tempat penampungan bantuan dari warga dan berbagai lembaga untuk disalurkan ke Donggala dan Palu.
"Kita akan siapkan Balai kota sebagai tempat untuk penampungan bagi lembaga-lembaga, organisasi, yang selama ini menyalurkan bantuan ke Sulawesi tengah. Mereka ada banyak sekali organisasinya mulai dari palang merah, ACT, dompet dhuafa, NU peduli dan lain-lain," terang Anies.
Pengumpulan bantuan di Balai Kota, lanjut Anies, untuk memudahkan warga menyalurkan bantuan.
"Jadi bukan Pemprov sendiri yang memberi bantuan tetapi kita mengundang lembaga-lembaga itu menggunakan fasilitas di balai kota, sehingga memudahkan bagi warga untuk menyalurkan bantuan. Yang akan pemprov kerjakan personalia dan anggaran, mudah-mudahan proses pemulihan di sana berjalan dengan cepat, doa kami kepada semuanya," tandasnya.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya