Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemprov DKI kampanyekan iklan 'merokok cuma bakar duit'

Pemprov DKI kampanyekan iklan 'merokok cuma bakar duit' Kampanye rokok di Jakarta. ©2017 Merdeka.com/Syifa

Merdeka.com - Komnas Pengendalian Tembakau bekerja sama dengan PT TransJakarta meluncurkan iklan layanan masyarakat (ILM) 'Ngerokok Cuma Bakar Uang' di Balai Kota DKI Jakarta. Masih dalam rangka Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2017, ILM pada bus TransJakarta ini bertujuan untuk mengingatkan kembali kepada masyarakat akan kerugian konsumsi rokok.

Menurut Badan Pusat Statistik, jumlah penduduk miskin di Indonesia masih mencapai 11,13 persen atau sekitar 28,51 juta (September 2015). Yang memprihatinkan, di waktu yang sama, rokok (atau lebih spesifik rokok kretek filter) menjadi komoditi nomor dua tertinggi yang memberi pengaruh besar terhadap garis kemiskinan setelah beras, yaitu masing-masing sekitar 8 persen, baik di perkotaan maupun di pedesaan.

Sekretaris Daerah Provinsi DKI Jakarta, Saefullah, mengatakan dengan peluncuran iklan layanan di bus Transjakarta ini akan efektif mengurangi jumlah perokok di Jakarta. Sebab, pesan disampaikan jelas karena merokok hanya merugikan dari segi ekonomi.

"Saya rasa efektifnya akan sangat besar dan luas karena seluruh masyarakat yang melihat bus Transjakarta ini akan membacanya Pesan-pesannya cukup efektif di semua sisi ada. Dompetnya jadi kosong kalau merokok. Itu pesan utamanya. Merokok hanya membakar uang. Sehingga dompetnya jadi kosong," kata Saifulah.

"Kalau kesadaran ini dimiliki oleh semua masyarakat Uangnya bisa digunakan untuk yg lain. Untuk pendidikan anaknya, atau untuk meningkatkan kualitas makanan anaknya. Sehingga nanti daya pikir anaknya meningkat dan kepandaian anaknya juga suatu saat meningkat dan bisa tingkatkan sosial ekonomi RT masing-masing," sambungnya.

Saefullah mengatakan terkait pajak, nantinya pajak ini akan digratiskan karena ini merupakan layanan masyarakat. "Pajaknya ini digratiskan. Karena ini iklan layanan masyarakat. Pajak kan kita ambil dari pengusaha, di collect, kembali ke masyarakat lagi Kalau ini kan langsung kembali ke masyarakat," katanya.

Direktur Utama PT TransJakarta, Budi Kaliwono, mengatakan nantinya iklan layanan ini akan terpasang di 21 bus transjakarta. "Bus ini contoh ada 21 bus pasang stiker akan efektif dibaca. 1 bus yang panjang , 10 yang bus pink khusus wanita Itu sangat kreatif stickernya kartun dan 10 lagi nanti nyebar seluruh koridor jadi Total 21." (mdk/ang)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP