Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemprov DKI data ulang penghuni kos dan warga pendatang

Pemprov DKI data ulang penghuni kos dan warga pendatang Razia narkoba penghuni indekos di Mangga Besar. ©2015 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Setelah aksi teror yang terjadi di Sarinah, Jakarta Pusat, Kamis (14/1), Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok dan Kapolda Metro Jaya Irjen Tito Karnavian sudah menginstruksikan lebih mewaspadai rumah indekos. Sebab, rumah indekos kerap dijadikan tempat tinggal teroris.

Ahok menginstruksikan pendataan penduduk, terutama penduduk sementara. Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Provinsi DKI Jakarta Edison Sianturi mengatakan, pihaknya fokus mendata penduduk yang tinggal di rumah sewa dan indekos.

Dia juga mengklaim lebih intensif memantau pergerakan penduduk yang hilir mudik keluar masuk ibu kota. "Tapi sekarang ini kita tingkatkan pendataan kepada yang tinggal di rumah-rumah sewa dan kos-kosan. Kita melihat lalu lintas penduduk yang datang dan pergi di Jakarta," ujar Edison saat dihubungi wartawan, Kamis (21/1).

Edison mengaku tidak menemukan kendala berarti dalam melakukan pendataan warga pendatang di DKI Jakarta. "Tidak ada kendala karena (pendataan penduduk) itu memang tugas kita sebagai Disdukcapil. Itu bagian dari pengawasan penduduk," singkatnya.

Sebelumnya, Basuki menegaskan akan memperketat dan memaksimalkan fungsi pejabat publik setingkat RT/RW serta warga DKI untuk bersama-sama melakukan pengawasan di daerahnya masing-masing. Salah satu upayanya adalah melakukan pendataan terhadap warga pendatang dan warga yang tinggal sementara. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP