Pemprov DKI akan buru pelaku vandalisme hingga sekolah
Merdeka.com - Belum genap tiga bulan diresmikan, underpass Mampang dan Matraman sudah menjadi korban vandalisme oknum pemuda. Pemprov DKI Jakarta akan melakukan pengejaran kepada pelaku vandalisme hingga ke sekolah mereka.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga menegaskan, tidak akan ada ampun bagi para pelaku vandalisme. Dia memastikan, pelaku tidak dapat kabur, karena mereka akan diburu hingga sekolah.
"Untuk yang melanggar saya sudah sampaikan you can't run, kita punya nomornya, pintarnya temen-temen itu nulis nama sekolahnya jadi kita akan berkoordinasi dengan sekolah-sekolahnya untuk memastikan bahwa perbuatan vandalisme tidak akan terulang lagi dan diberikan sanksi," katanya, Selasa (5/6).
Apalagi, pelaku SOTR yang melakukan kerusuhan hingga menyiram air keras, Sandiaga memastikan tidak ada lagi kata ampun. Tak ingin kejadian serupa terulang, Pemprov DKI akan memasang CCTV di underpass Mampang dan lokasi lain untuk mencegah vandalisme.
Sebagai permulaan, Sandiaga meminta pemilik gedung mengarahkan CCTV mereka ke jalan. Tujuannya tentu untuk mencegah vandalisme dan kerusuhan saat Sahur On The Road (SOTR) selama bulan Ramadan.
"Kalau dicover membutuhkan 12 CCTV, nanti dilihat pengadaan. Tapi kan di sana banyak gedung-gedung. Nanti saya minta ditambah dan dihadapkan ke luar. Itu bisa juga ketangkap dari CCTV yang ada di sana," jelasnya.
Pengadaan CCTV tidak hanya dari Pemprov DKI, politisi Gerindra ini menjelaskan, pihak swasta juga memiliki kewajiban untuk menjaga keamanan di Jakarta. "Saya yakin dan ingin mengajak swasta terlibat dan mengawasi fasilitas publik," ungkapnya.
Reporter: Delvira Hutabarat
Sumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya