Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pemimpin Jakarta mending orang yang lembut atau galak?

Pemimpin Jakarta mending orang yang lembut atau galak? Bendera merah putih raksasa di Monas. ©2014 merdeka.com/Yulistyo Pratomo

Merdeka.com - Persaingan untuk menjadi Gubernur baru DKI Jakarta semakin ramai. Nama-nama tokoh bermunculan dan mendeklarasikan dirinya untuk maju sebagai orang nomor satu di Ibu Kota negara Indonesia.

Warga Jakarta pun memiliki banyak pilihan untuk pemimpin Jakarta ke depannya. Pertanyaannya sosok seperti apa yang layak memimpin Jakarta, kota yang menjadi magnet bagi para urban untuk mengadu nasib ini.

Pengamat dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro mengatakan, bukan sosok yang lembut atau keras untuk memimpin Jakarta, melainkan kesiapan sosok tersebut dalam memimpin. Dia menambahkan dengan kompleksitas permasalahan di Jakarta jangan melihat sosok dari karakter mereka berperilaku tapi lihat ketekunan sosok tersebut untuk memimpin.

"Bukan masalah lembut atau galak tapi yang bersangkutan memang pemimpin bukan penguasa," ujar Siti saat dihubungi merdeka.com, Selasa (1/3) malam.

Dia menjelaskan pemimpin itu selalu memiliki niat untuk berkorban demi kepentingan umum. Selain itu sosok pemimpin akan selalu merasa senang jika kebijakan-kebijakannya mampu membuat kebahagaiaan bagi masyarakatnya.

Lain halnya dengan sosok penguasa, menurutnya, penguasa hanya melihat keuntungan untuk kepentingan minoritas. Selain itu pula sikap tegasnya juga tidak lebih baik dibanding dengan soso yang memang memiliki jiwa pemimpin.

"Pemimpin itu mau mendedikasikan dirinya dan dia akan puas jika daerah pimpinannya maju, dan yang penting tidak lompat-lompat," jelasnya.

Secara garis besar Siti mengatakan, warga Jakarta tidak hanya sekedar butuh pemimpin dengan melakukan perbaikan infrastruktur ataupun menjadikan Jakarta sebagai kota eksklusif dengan kecanggihan dan modernisasi yang dimiliki. Menurutnya, keberpihakan pemimpin terhadap pemberantasan korupsilah yang selama ini diidam-idamkan oleh warga Jakarta.

Dia juga menambahkan selama ini ketimpangan sosial warga Jakarta cukup terasa. Hal inilah yang membuat warga Jakarta dirasa cukup acuh satu sama lain.

"(Warga) Jakarta tuh butuh pembaruan, keberpihakan pemimpin dalam pemberantasan korupsi menjadi solusi agar warga Jakarta damai tidak ada yang merasa dirugikan apalagi korupsi itu kan sudah masuk ke kalangan rakyat biasa, jadi itu intinya whatever siapa pemimpinnya," pungkasnya.

Sejauh ini diketahui beberapa orang menyatakan siap maju dalam pemilihan gubernur DKI Jakarta 2017 mendatang. Mereka di antaranya, Basuki Tjahaja Purnama yang juga petahana gubernur DKI Jakarta. Pakar Hukum Tata Negara, Yusril Ihza Mahendra. Serta Menteri Pemuda dan Olahraga era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Adhyaksa Dault.

(mdk/gil)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP