Pegawai Bank Mandiri sempat merintih sebelum ditemukan tewas
Merdeka.com - Tragis sekali nasib Silmina (27) pegawai Bank Mandiri Syariah, Tanjung Priok. Dia menjadi korban perampokan dan pembunuhan pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang fotokopi di dekat rumahnya.
Peristiwa ini terungkap Minggu dini hari kemarin sekitar pukul 24.00 WIB. Kala itu, Alit yang kebetulan berdekatan dengan rumah korban mendengar ada suara rintihan. Dia curiga suara itu dari rumah korban yang terletak di Jl Kenari 1 Rt 12 RW 3 No 15 Kelurahan Kenari, Kecamatan Senen Jakarta Pusat.
"Sekitar pukul 24.00 WIB, saksi Alit mendengar suara merintih minta tolong kemudian saksi memberitahu orangtua korban," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Hendro Pandowo, dalam pesan singkatnya kepada merdeka.com, Senin (16/2).
Dia menambahkan, saksi lainnya, Naung Ama, langsung bergegas mengecek kamar Silmina. Benar saja, dia tak ada di kamar tersebut. Kaget bukan main, Naung malah melihat tubuh Silmina tergeletak di genteng rumahnya dengan kondisi penuh luka dan telanjang.
"Korban di atas genteng rumah yang jaraknya 15 meter dari kamar korban dalam keadaan sudah meninggal dan telanjang serta kaki dan tangan terikat kain kemudian korban dibawa turun oleh anggota," jelasnya.
Tak berapa lama, pembunuh Silmina langsung ditangkap. Pria itu Afdila Rizki (21) yang tinggal tak jauh dari rumah Silmina.
Dalam peristiwa ini, polisi juga menyita barang bukti tas kain warna pink, laptop merek Lenovo warna silver, tas laptop warna hitam, kacamata baca berikut tempatnya, hp merek Samsung berikut charger, kunci pintu kamar korban, dan uang tunai Rp 42.000.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya