Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pedagang Pasar Gembrong Tak Patuhi Aturan Ganjil Genap Kios

Pedagang Pasar Gembrong Tak Patuhi Aturan Ganjil Genap Kios Pasar Gembrong. ©2016 merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Merdeka.com - Pedagang Pasar Gembrong, Cempaka Putih, Jakarta Pusat masih banyak yang tidak mematuhi kebijakan ganjil genap kios selama masa transisi. Padahal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah menyatakan akan memberikan sanksi bagi pelanggar kebijakan ini.

"Kalau sayur begini cepet layu, apalagi kalau enggak habis. Kalau kita libur sehari, besoknya sudah busuk yang ada kan. Dari pada kita rugi ya mau enggak mau kita tetap buka," kata Eli salah satu pedagang sayur di Pasar Gembrong saat ditemui, seperti dilansir Antara, Kamis (18/6).

Menurut Eli, peraturan ganjil genap kios seharusnya tidak perlu diberlakukan mengingat para pedagang yang berjualan di Pasar Gembrong sudah menaati protokol kesehatan, mulai dari menggunakan masker sampai dengan mencuci tangan menggunakan sabun.

"Yang penting kan kita sudah pakai masker. Masuk pun cuci tangan kan," kata Eli menjawab dengan mantap alasannya tidak mau mematuhi aturan ganjil genap kios.

Pedagang lainnya, Emy yang sehari-hari berjualan ikan di Pasar Gembrong memilih berjualan layaknya seperti hari-hari normal tanpa mengikuti aturan ganjil genap.

"Kita di sini nyari duit, susah juga kalau harus libur sehari. Kita mah ngikut yang lain saja, kalau yang lain buka ya kita buka,"ujar Emy.

Sementara itu saat dikonfirmasi wartawan, Kepala Pasar Gembrong Delita Purba mengatakan pihaknya sudah melakukan sosialisasi hingga pemberlakuan sistem ganjil genap kios sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Namun ia mengakui masih banyak pedagang yang tidak mengikuti aturan khususnya pedagang sektor pangan di bagian los yang tidak tersekat satu pedagang dengan pedagang lainnya.

"Kita sudah terapkan kok, tetapi memang pedagang yang di los seperti yang dagang pangan banyak yang tidak patuh. Suka main kucing-kucingan," kata Delita.

Delita lebih lanjut menambahkan pihaknya belum dapat memberi sanksi khususnya bagi pemilik kios karena pedagang yang menyewa atau memiliki kios dengan patuh mengikuti protokol kesehatan.

"Sanksi jadinya tidak ada. Di sini pedagang lebih banyak yang taat aturan seperti pakai masker dan mencuci tangan," kata Delita.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP