Pastikan Terapkan Protokol Kesehatan di Ancol, Anies Naik Wahana Ontang-Anting
Merdeka.com - Gubernur DKI Anies Baswedan melakukan kunjungan ke Dunia Fantasi (Dufan) di Taman Impian Jaya Ancol, Kota Jakarta Utara, Sabtu (13/6). Kunjungan tersebut dilakukan Anies untuk melihat sejumlah tempat wisata yang akan dibuka secara bertahap selama PSBB tahap transisi.
"Sebelum kita memutuskan untuk melakukan transisi, yang dicek adalah fasilitas kesehatan karena itu bagian dari keputusan. Fasilitas kesehatan kita alhamdulillah siap, aman, tenaga kesehatan juga. Lalu kedua kita mulai transisi, dan transisi itu pembukaannya bertahap, ada yang dibuka awal, ada yang dibuka tengah, dan ada yang dibuka di akhir," ujar Anies sebelum melakukan kunjungan ke Ancol.
“Yang dibuka di awal adalah tempat ibadah, sesudah itu perkantoran, kegiatan perempuan yang dibuka di fase ini lebih akhir adalah tempat wisata, salah satunya Ancol dan Ragunan," tambahnya.
Pada kunjungan, Anies yang turut didampingi Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Teuku Sahir Syahali meninjau kesiapan-kesiapan pihak Ancol, dari sarana dan prasarana.
“Jadi tadi saya lihat protap yang disiapkan oleh Ancol untuk nanti bisa berkegiatan lagi sesuai dengan protokol kesehatan yang ada,” tuturnya.
Pada kunjungan itu yang diperlihatkan pada Akun Instagram miliknya, Anies nampak bersama jajaranya mengecek kesiapan pengelola Ancol, dari awal pengecekan tiket pintu masuk hingga wahana-wahana di sana. Tidak hanya itu, Anies juga mencoba salah satu wahana ontang-anting yang terlihat kursi-kursi telah diberi jarak dengan memberi tanda silang di kursi yang harus dikosongkan.
Resiko Terular Covid-19 Tetap Ada
Saat ditanya resiko potensi penularan untuk pengunjung yang dari zona merah, Anies tidak menampik jika saat dibuka kembali beberapa sektor potensi resiko tertular Covid-19 tetap ada, namun bukan terkait dari zona-zona asal pengunjung.
"Menurut saya, tidak relevan lagi menyebut Jakarta zona merah atau zona lainnya karena sesungguhnya semuanya masih berisiko. Jadi jangan sampai ada kesan bahwa saya tempatnya aman karena bukan zona merah. Padahal sesungguhnya di semua tempat masih ada risikonya," katanya.
Atas hal itu, jika sebelumnya Pemprov DKI telah merilis sejumlah RW yang terdapat sebaran Covid-19. Anies menerangkan data RW tersebut bukan berarti seluruh wilayah, warga RW terpapar Covid-19.
"Itu adalah ada kasus di RW itu dan sebagian dari RW malah warganya belum tentu berinteraksi dengan tetangganya. Ada yang malah berinteraksinya dengan koleganya di kantor karena bentuk perumahannya bentuk komplek. Komplek itu interaksinya seringkali lebih banyak dengan di luar daripada di dalam (lingkungan rumahnya)," jelasnya.
"Jadi saya menghimbau kepada semua, di manapun Anda berada, tetaplah waspada, tetaplah ikuti protokol kesehatan. Jangan pernah menganggap bahwa kita sudah aman sekarang ini," sambungnya.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya