Panitia Angket DPRD akan interogasi istri Ahok karena pimpin rapat
Merdeka.com - Ketua Panitia Angket M Ongen Sangaji mengungkapkan, pihaknya akan memanggil istri Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan. Namun mengenai apa yang akan dibicarakan, dia belum mau banyak bicara.
"Kami akan panggil istrinya Pak Gubernur. Konteksnya banyak, nanti bisa dilihat nanti. Setelah itu CSR, SKPD juga, setelah itu Pak Gubernur," ujarnya di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kamis (12/3).
Rencananya pemanggilan akan dilakukan pada Senin 16 Maret 2015. Ternyata pemanggilan ini terkait dengan foto yang beredar saat Veronica yang memimpin rapat bersama adik Basuki, Harry Basuki di ruang rapat pimpinan.
"Istri Ahok dipanggil Senin, kaitannya temen-temen dengerlah. Pokoknya adalah, Ahok Center akan dipanggil juga. Itu kan CSR dananya, harus dipertanggungjawabkan. Pasti diaudit," tutupnya.
Sebelumnya, beredar foto rapat yang dipimpin oleh istri dan adik Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, Veronica Tan dan Harry Basuki.
Ketua Tim Gubernur untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Sarwo Handayani memberikan penjelasan bahwa rapat itu tidak membahas mengenai program kerja Pemprov DKI Jakarta. Yang dibicarakan adalah percepatan revitalisasi Kota Tua. Yani mengatakan, Veronica terpanggil untuk melakukan pembenahan terhadap salah satu warisan sejarah tersebut.
"Bu Veronica ini istilahnya merasa terpanggil saja setelah lihat Kota Tua dan Taman Fatahillah. Dia menyayangkan kok ada fasilitas yang bagus dan terkenal tapi berantakan, banyak kaki lima, trotoarnya jumpalitan, batu-batunya copot-copot," ungkapnya saat dihubungi merdeka.com, Selasa (10/3).
Veronica sebagai inisiator, lanjut Yani, akhirnya mencoba untuk mengomunikasikan hal itu dengan SKPD terkait. Kemudian, beberapa dinas sepakat untuk melakukan rapat setiap Kamis.
"Kami sepakat, setiap hari Kamis ngumpul yuk. Ini soalnya juga bisa jadi persiapan buat KTT (Konferensi Tingkat Tinggi) Asia Afrika. Dan ini baru dilakukan tiga kali," ujar perempuan yang pernah dijagokan dalam bursa Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Yani sempat menyayangkan pihak-pihak yang mempermasalahkan niat Veronica Tan untuk penataan Kota Tua ini. Sebab, menurut Yani, hal ini bisa berdampak terhadap SKPD terkait yang dikhawatirkan kembali enggan untuk diajak berdiskusi.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya