Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Pangkas anggaran tak penting, Ahok alihkan ke gaji PHL Rp 3,1 juta

Pangkas anggaran tak penting, Ahok alihkan ke gaji PHL Rp 3,1 juta Ahok. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, melakukan penyisiran revisi Kebijakan Umum Anggaran Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016. Hasilnya, ditemukan Rp 6 triliun usulan anggaran tidak wajar dari dinas-dinas DKI.

Pria yang akrab disapa Ahok ini mengaku uang penghematan ini nantinya akan dialokasikan untuk pos-pos anggaran yang lebih penting.

"Akan dialokasikan juga untuk macam-macam," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (1/12).

Kata Ahok, alokasi anggaran hasil penghematan itu salah satunya adalah untuk menaikkan gaji pekerja harian lepas (PHL).

"Contohnya untuk menaikkan‎ gaji (PHL) dari Rp 2,7 menjadi Rp 3,1," tandasnya.

Selain untuk menaikkan gaji PHL, mantan politisi Gerindra ini juga menyampaikan anggaran yang dipangkas itu rencananya juga akan dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur Dinas Pekerjaan Umum (PU) sampai tingkat kecamatan. Dan juga, menurutnya, bisa juga untuk membangun rumah susun (rusun).

"Untuk perumahan, untuk membangun rusun," ungkap Ahok.

Ahok juga meluruskan keterangan dari Sekda DKI, Saefullah, soal jumlah yang terkoreksi dari Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2016.

"Bukan Rp 1,4 triliun loh, salah itu. Kita hemat lebih dari Rp 4 triliun," tegas mantan Politisi Gerindra ini.

Mantan Bupati Belitung Timur ini menambahkan hasil realokasi anggaran hasil penyisiran itu sudah termuat dalam rencana KUA-PPAS yang diserahkan Pemprov DKI ke DPRD DKI, Senin (30/11) kemarin.

Ahok juga mengaku penyisiran usulan anggaran itu tidak hanya dilakukan Pemprov DKI, tapi juga dibantu oleh DPRD DKI yang diinisiasi Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.

Melalui hasil penyisiran itu, DPRD DKI menemukan sekitar Rp 1,8 triliun anggaran tak wajar. Ahok menyatakan ada kesamaan hasil antara penyisiran yang dilakukan Prasetyo dengan hasil penyisiran Pemprov DKI.

"(Untuk hasil penyisiran oleh Prasetio) Ada beberapa data sama. Mereka itu ketik pakai Excel (perangkat lunak komputer), makanya ada kesalahan sistem," tutup Ahok pada wartawan.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP