Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Pak Ogah' yang diciduk Satpol PP DKI akan disekolahkan sampai SMA

'Pak Ogah' yang diciduk Satpol PP DKI akan disekolahkan sampai SMA Pak Ogah di wilayah Bandung. ©2012 Merdeka.com

Merdeka.com - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) menargetkan untuk menangkap 10 juru parkir liar atau 'Pak Ogah' dalam sehari untuk masing-masing wilayah. Mereka yang terjaring akan langsung mendapatkan penyuluhan atau pendidikan dari Dinas Sosial DKI Jakarta.

Wakil Kepala Satpol PP Yani Wahyu‎ P mengatakan, 'Pak Ogah' yang terjaring akan mendapatkan perlakuan layak. Jika usia masih produktif atau masa sekolah maka mereka akan mendapatkan pendidikan dengan sistem pondok di Panti Bina Remaja.

"Kalau masih sekolah nanti akan di pondokan di Panti Bina Remaja, seperti pesantren. Tidurnya di panti dan sekolahnya di luar, pulang balik ke panti. Semua biaya ditanggung Pemprov DKI hingga SMA," jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (26/4).

Bila ternyata 'Pak Ogah' tersebut sudah memasuki usia kerja maka ada dua solusi. Pertama adalah menawarkan kepada mereka untuk bekerja di perusahaan kelapa sawit di Kalimantan.

"Dia ditawarkan pertama kerja di kelapa sawit, program transmigrasi di Kalimantan. Kalau memang mau kerja ya kami berangkatkan. Semua biaya Dinas Sosial yang tanggung," terangnya.

Cara kedua adalah dengan memberikan pendidikan keterampilan seperti perbaikan monitor, kulkas, las, komputer dan sebagainya. Mereka akan mendapatkan pendidikan sekitar 15 hingga 21 hari oleh Dinas Sosial DKI Jakarta.

(mdk/eko)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP