Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Padat penduduk, pembangunan ruang publik anak di Menteng terkendala

Padat penduduk, pembangunan ruang publik anak di Menteng terkendala Ahok. ©2014 merdeka.com/muhammad luthfi rahman

Merdeka.com - Pemprov DKI Jakarta berniat menjadikan Jakarta sebagai kota layak anak. Salah satu caranya membangun ruang terbuka khusus untuk anak.

Sampai akhir tahun ini, ada 6 ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) dari 60 RPTRA yang ditargetkan. Pekan depan, kembali di resmikan di kawasan Pulau Untung Jawa, Kepulauan Seribu.

"Satu, satu dulu. Di Untung Jawa, tahun ini kita mau selesaikan enam dulu," kata Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (10/10).

Menurutnya, RPTRA sangat penting sebagai tempat bermain anak. Saat ini, dia sedang menunggu laporan dari kepala desa atau camat mengenai lahan yang bisa dibebaskan untuk dibangun RPTRA.

"Tergantung, ya di seluruh Jakarta, tergantung si kepala desa, camat, bisa dapat lahan nggak. Kalau kawasan kumuh ada atau tidak ada lahan bagaimana? Kita beli tanahnya rumah sana kita bongkar, bangunin," ungkap Ahok.

Lebih lanjut, dia mengungkapkan ada sedikit kendala terkait pembangunan RPTRA khususnya di wilayah Jakarta Pusat. Semisal di Menteng, selain padat, menurut Ahok, kebanyakan warga telah mengantongi sertifikat tanah mereka sehingga kesulitan untuk membebaskan lahan tersebut.

"Kayak di Menteng kan nggak susah nih, di tempat yang agak padat, nah itu masalahnya kebanyakan tanah orang juga sertifikat didudukin. Nah kalau gitu gimana? Kita mesti cari. Lokasi enggak bisa beli, kita beli, bongkar," tegasnya.

(mdk/lia)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP