Pada perwira Polri, Ahok cerita revolusi mental ala dirinya
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, hari ini memberikan kuliah umum pada personel yang sedang mengikuti pendidikan Pasis Sespimma Polri. Saat menyampaikan arahannya, Ahok, sapaan Basuki, memberikan contoh terdekat yakni soal kepemimpinannya.
Kata dia, untuk mengubah Jakarta menjadi kota yang lebih baik, yang harus dilakukan pertama kali adalah mengubah stigma warganya. Menurutnya, seorang politikus juga baru bisa dinilai kualitasnya, jika dia sudah diberi amanah berupa jabatan oleh para pendukungnya.
"Seperti teori Abraham Lincoln saja, kalau kamu mau diuji, berilah jabatan. Makanya revolusi mental yang diusungi Pak Jokowi itu adalah untuk merubah stigma," ujar Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (11/6).
Ahok pun sedikit mengisahkan saat dulu dirinya menjadi calon wakil gubernur DKI mendampingi Jokowi. Waktu itu banyak dari warga yang protes kepadanya, lantaran dalam kampanyenya Ahok dan Jokowi hanya memberikan kartu nama dan bukannya sembako atau uang seperti pasangan cagub dan cawagub lainnya.
Namun Ahok bersyukur, akhirnya dia dan Jokowi berhasil terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta. Dirinya menilai, hal itu karena track record yang telah mereka raih dengan baik, di daerah asal tempat Jokowi dan dirinya pernah memimpin sebelumnya.
"Saat itu ibu-ibu pada bilang, kartu nama nggak bisa dituker sembako Pak! Tapi saya bilang tidak, dan jangan pilih saya. Dia bingung juga saya bilang gitu. Karena, kalau mau revolusi mental ya harus seperti itu," ujar Ahok
"Karena saya percaya rakyat akan mencari tahu kita sebagai calon pemimpinnya. Dia pasti tanya saudaranya di Belitung Timur atau di Solo, makanya rakyat memilih kita sebagai pemimpin di DKI, karena saya dinilai memiliki rekam jejak baik," pungkasnya.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya