Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

PAD DKI rendah, ini alasan Ahok ke DPRD

PAD DKI rendah, ini alasan Ahok ke DPRD Ahok. ©2014 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Daya beli masyarakat yang rendah di Jakarta, diduga menjadi penyebab minimnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi DKI Jakarta 2014. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengatakan, PAD DKI yang hanya mencapai angka 67,38 persen, disebabkan karena sejumlah faktor.

Ahok mengatakan, daya beli masyarakat yang makin rendah, membuat pendapatan di beberapa pos anggaran seperti pajak kendaraan bermotor (PKB), pajak hotel, pajak restoran, dan penerimaan pajak air bawah tanah menurun dari penerimaan PAD sebelumnya.

"Rendahnya kesadaran masyarakat bayar PKB, kebijakan pemerintah yang membatasi penggunaan fasilitas hotel, serta menurunnya daya beli masyarakat sebagai dampak kenaikan harga BBM, menjadi penyebab rendahnya pendapatan," ujar Ahok di Gedung DPRD DKI, Rabu (16/9).

Faktor lain yang menyebabkan realisasi PAD DKI rendah, lanjut Ahok, karena banyaknya program Pemprov DKI yang belum terlaksana dengan baik, seperti program Electronic Road Pricing (ERP) dan pos Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB).

"Pajak parkir dipengaruhi oleh belum selesainya pelaksanaan dan pemindahan parkir on street menjadi off street. BPHTB dipengaruhi oleh belum selesainya pemutakhiran database yang dilimpahkan dari pemerintah pusat," pungkasnya. (mdk/dan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP