Ogah ladeni dan baikan sampai 2019, Ahok anggap DPRD tak ada
Merdeka.com - RAPBD DKI Jakarta 2015 masih terkatung-katung karena perseteruan Pemprov DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta belum juga mereda. Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama memutuskan untuk tidak melakukan kompromi sama sekali.
Ahok, sapaan Basuki, mengungkapkan, dirinya telah memberikan instruksi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) DKI Jakarta Saefullah. Dia menegaskan siap berseberangan dengan DPRD selama dirinya memimpin Jakarta.
"Memang saya sudah siap kok, saya sudah instruksi sama Sekda pada TAPD enggak usah ladenin. Kalau dia enggak ngasih tanda-tanda baik, sudah kami siapin. Anggap enggak ada DPRD. Ngapain pusing," tegasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (17/3).
Dia pun bakal memelihara ketegangan ini hingga periode Lulung cs habis. Konsekuensinya, Pemprov DKI Jakarta hanya menggunakan pagu anggaran APBD DKI Jakarta 2014, atau sebesar Rp 72,9 triliun.
"Sampai 2019 pokoknya sampai ganti mereka. Enggak berkelahi lagi, jadi tiap tahun pake APBD 2014 sampai 2019. Sampai ganti mereka di pemilu," ungkapnya.
Suami Veronica Tan ini menegaskan, dirinya akan kembali maju dalam bursa Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Bahkan, dia yakin akan mendapatkan dukungan penuh dari warga Jakarta.
"Iya dong, saya mesti jadi lagi dong. Tinggal kumpulin KTP doang, kan enggak mungkin enggak dukung saya buat kumpulin KTP," tutup Ahok.
(mdk/lia)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya