Ogah disebut lalai, Ahok ngaku kecolongan soal proyek UPS
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama mengaku kecolongan atas proyek pengadaan Uninterruptible Power Suply (UPS) dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) 2014. Menurutnya, kasus yang tengah disidik Bareskrim Polri itu pun menjadi alasan dirinya bertikai dengan pihak DPRD Jakarta.
"Kan sebelum ada e-budgeting pasti kecolongan. Tapi setelah ada e-budgeting jadi kan berantem dua pihak," ujar Ahok usai diperiksa Bareskrim Polri di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (25/2).
Kendati begitu, Ahok tidak mau disebut lalai atas proyek yang diperkirakan merugikan keuangan negara mencapai Rp 50 miliar itu. "Bukan lalai, bukan lalai," ujar dia.
Bukan hanya itu, Ahok juga menyatakan tidak tahu menahu perihal proyek ini. Hal itu ditegaskan mantan bupati Belitung Timur saat disinggung pengadaan UPS muncul pada 2014 silam.
"Tidak tahu. Tidak tahu," tandas Ahok buru-buru meninggalkan wartawan.
Diketahui, penyidik Direktorat Tindak Pidana Korupsi Barekrim Polri telah menetapkan 5 orang tersangka dalam kasus dugaan korupsi pengadaan UPS. Mereka di antaranya, mantan Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Menengah Jakarta Barat Alex Usman.
Kemudian, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana Suku Dinas Pendidikan Jakarta Menengah Jakarta Pusat Zaenal Soleman serta 2 anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta M Firmansyah dan Fahmi Zulfikar. Dan terakhir satu orang dari pihak swasta yakni Hary Lo.
Dalam perjalanan kasus ini, baru berkas perkara milik Alex Usman yang sudah rampung dan masuk ke pengadilan. Selain sudah menetapkan 5 orang jadi tersangka, pada kasus ini sejumlah nama pun telah diperiksa Bareskrim untuk dimintai keterangan.
Antara lain, Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Abraham Lunggana alias Lulung. Sementara, Gubernur DKI Jakarta, Basuki T Purnama juga ikut diperiksa dan pernah memberikan keterangan di Pengadilan Negeri Tipikor untuk tersangka Alex Usman. (mdk/rhm)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya