Nasib Tanggul Laut Jakarta
Merdeka.com - Sejak peletakan batu pertama pada 2014, pembangunan tanggul Jakarta sampai saat ini tidak berjalan lancar. Tanggul Jakarta menjadi upaya pemerintah dalam penanggulangan banjir rob. Namun, hingga 2021, pembangunan belum mendekati 80 persen.
Luas tanggul Jakarta didesain 32 kilometer. Pengerjaannya dibebankan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR seluas 11 kilometer, dan pemerintah provinsi DKI 19 kilometer.
Namun, selama 2016-2021, Pemprov DKI baru berhasil membangun 6.150 meter atau 32 persen dari kewajibannya.
"Total tanggul terbangun kewenangan DKI masih 32 persen jika dilihat dari hasil kajian review desain PTPIN (pembangunan terpadu pesisir ibu kota negara)," ucap Kepala Seksi Perencanaan Bidang Pengendalian Rob dan Pengembangan Pesisir Pantai, Putu Riska kepada merdeka.com, Senin (6/12).
Riska menyampaikan, kendala dalam memenuhi target yaitu masalah sosial dan lahan.
Dalam materi pemaparan yang diterima merdeka.com, masalah sosial yang dimaksud adalah lokasi rencana pembangunan tanggul didominasi oleh kapal-kapal wisata, serta kapal pengangkut kerang hijau. Selain itu lokasi sangat dekat dengan pemukiman warga.
"Ada trase tanggul yang beririsan dengan pemukiman warga dan juga tanah milik swasta," kata Riska.
Faktor Alam
Kendala lain adalah, pelaksanaan pekerjaan dipengaruhi oleh kondisi pasang surutnya air laut.
Kendati demikian, Riska menegaskan kewajiban DKI untuk membangun tanggul laut tetap berjalan.
Dinas SDA bahkan sudah berkoordinasi dengan PT Pelindo untuk pembangunan tanggul rob di Pelabuhan Sunda Kelapa. Dan untuk pembangunan 2021, Dinas SDA menggunakan dana pinjaman dari program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
Tidak disebutkan, nilai pinjaman yang dimanfaatkan DKI untuk membangun tanggul selama periode 2021.
Sementara pada APBD 2022, Ketua Komisi D Ida Mahmudah mengatakan, Dinas SDA mengalokasikan anggaran Rp104 miliar. Nilai ini sudah disepakati oleh DPRD saat pengesahan APBD 2022. Dengan bujet tersebut, direncanakan DKI membangun tanggul seluas 700 meter.
Sedangkan Riska menyebut lokasi anggaran untuk membangun tanggul Jakarta di pesisir Jakarta sebesar Rp100 miliar.
"Alokasi anggaran pembangunan tanggul pada APBD 2022 adalah Rp100 miliar dengan target 700 meter," tutupnya.
(mdk/rnd)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya