Nasib mantan Wali Kota Jakbar dan Jaksel usai dicopot Anies
Merdeka.com - Perombakan total Wali Kota Jakarta pada 5 Juli lalu kini menuai polemik. Alasannya karena mantan Wali Kota diketahui tidak mendapat kejelasan di mana posisi mereka akan berkerja, selain itu pemberitahuan pencopotan baru dilakukan malam sebelum pencopotan.
Mantan Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi mengaku ditelepon oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan malam sebelum pelantikan pejabat baru.
"Ditelepon malam sebelum pelantikan, dikasih tahu besok ada pergantian. Saya bilang, saya masih setahun lagi pensiunnya," kata Anas saat dihubungi Liputan6.com, Selasa (17/7).
Dia mengaku bingung nasibnya usai pemberhentian. Lantaran usai memberitahukan mengenai perombakan, Anies tidak memberikan posisi baru kepadanya.
"Saya tanya saya di mana? (Dijawab) nanti diatur," ujarnya.
Anas mengaku surat pemberhentian pensiun diterimanya. Karena surat yang sampai ke dirinya hanya surat pemberhentian eselon II.
"Di keterangan diberhentikan (karena) usia 58 tahun, kan eselon II sampai 60," jelasnya.
Dia menceritakan, sebelum pencopotan tidak ada masalah atau pemanggilan dirinya oleh BKD maupun Anies. Untuk itu, Anas mengingatkan, meski mutasi dan pencopotan jabatan merupakan kewenangan pimpinan tapi tetap harus sesuai aturan.
"Tetap harus sesuai aturan perundang-undangan yang ada," katanya
Sementara itu, mantan Wali Kota Jakarta Selatan Tri Kurniadi mengaku tak pernah ada peringatan atau teguran terkait kinerjanya sebelum dicopot. Sama seperti Anas, Tri mengaku hanya menerima telepon malam sebelum pencopotan.
"Enggak pernah dipanggil, cuma lewat telepon kasih tau," ujarnya.
Pada SK pemberhentian, Tri mengaku ditempatkan di Badan Pembinaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) tanpa jabatan struktural.
"Enggak ada jabatan, tunjungan jabatan nol, tidak ada," tutupnya.
Reporter: Delvira HutabaratSumber: Liputan6.com
(mdk/fik)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya