Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Naikkan harga NJOP, Jokowi sebut ingin stabilkan harga pasar

Naikkan harga NJOP, Jokowi sebut ingin stabilkan harga pasar jokowi kampanye ke museum sumpah penuda. ©2014 merdeka.com/arie basuki

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta telah menaikkan nilai jual objek pajak (NJOP) hingga 200 persen, bahkan ada yang lebih. Tujuan utamanya adalah untuk menstabilkan harga pasar dengan NJOP milik pemerintah.

Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) membantah kenaikan NJOP di Jakarta agar membuat warga menjual tanahnya. Karena tujuannya mampu memberikan perlindungan terhadap aset warga Jakarta.

"Tidak toh. Kebalik, justru untuk melindungi karena itu yang kita naikkan hanya tempat-tempat tertentu. Harga pasar masih jauh dari harga pasar," jelasnya di Gazibu Swadaya, Pacitan, Jawa Timur, Senin (31/3).

Jokowi mengungkapkan, NJOP di Jakarta masih ada yang berbeda hingga 20 kali lipat dengan harga pasar. Sehingga, kenaikan 20 persen hingga 80 persen menurutnya masih wajar untuk menstabilkan harga properti di Jakarta. Sedangkan bagi warga yang merasa keberatan akan NJOP dapat meminta keringan kepada Pemprov DKI Jakarta.

"Ini mengejar harga pasar. Kalau ada yang berat ajukan keringanan. Iya kan ada mekanisme keringanan," tutupnya.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP