'Modal nyagub di DKI tak cuma populer tapi harus lebih dari Ahok'
Merdeka.com - Meski Pilkada DKI masih akan digelar dua tahun lagi, aroma persaingan sudah mulai terasa. Sejumlah tokoh telah menyatakan diri siap maju dalam pemilihan orang nomor satu di DKI itu.
Sebut saja politikus Golkar Tantowi Yahya, Adhyaksa Daud, Sandiaga Uno, dan tentu saja Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
Sekjen PAN, Edy Soeparno menilai, pemimpin yang dibutuhkan DKI bukan sekadar menjual popularitas tapi juga mampu merebut hati masyarakat ibu kota.
"Kita di Jakarta pemilihnya sudah melek, enggak bisa dalam tanda petik terbuai dengan popularitas. Apalagi DKI sudah pernah merasakan perlunya seorang yang betul-betul menyelesaikan kepentingan besar," ujar Edy ketika ditemui merdeka.com di ruang kerjanya di Kantor DPP PAN, Jl Senopati No 133, Jakarta Selatan, Sabtu (14/11).
Menurut dia, jika Tantowi Yahya maju harus memperhatikan hal itu. Sebab pencapaian Ahok selama ini sebagai gubernur DKI, dinilainya, sudah dirasakan dan dinikmati oleh warga DKI.
Dia menilai, meski Tantowi Yahya telah banyak dikenal publik karena latar belakangnya sebagai artis, pelantun musik country itu harus mempunyai visi dan misi yang melampaui Ahok.
"Tantowi itu kalau pasangannya populer sih boleh. Misalnya, ini hanya mungkin ya seperti Desi Ratnasari misalnya. Tapi jangan salah ini bukan di daerah. Perlu mencari figur yang bisa menyelesaikan masalah besar seperti banjir, budget, sampah yang amburadul," tutup dia. (mdk/dan)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya