Miris, sopir Transjakarta terseret hukum karena ulah penyerobot
Merdeka.com - Pembangunan proyek bus rapid transit (BRT) Transjakarta, di era Gubernur Sutiyoso, nyatanya tak sepenuhnya disambut baik warga Jakarta. Apalagi, pembangunan busway harus memakan seperempat ruas jalanan di mana koridor bus tersebut dibangun.
Berbagai alasan membuat warga Jakarta menolak meninggalkan kendaraan pribadi dan beralih ke Transjakarta. Mulai dari ribet harus naik ke halte, armada bus belum memadai, hingga aksi kriminal yang marak terjadi.
Persoalan lainnya yang dikeluhkan adalah jalur belum steril. Alhasil perjalanan bus jadi terhambat karena motor hingga mobil ikut menyerobot.
Berbagai solusi sudah dicoba agar jalur khusus Transjakarta steril. Mulai dari peninggian separator, penempatan petugas hingga pemasangan portal. Namun tetap saja, namanya watak penyerobot, berbagai upaya sterilisasi itu bisa mereka akali. Tak jarang pula, pengendara menantang petugas yang coba menghalangi laju kendaraan si penyerobot. (mdk/gil)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya