Meski hujan deras, pengunjung Tugu Monas tetap menyemut
Merdeka.com - Ibu Kota Jakarta baru saja diguyur hujan. Namun demikian, hal itu tak mengurangi antusias warga Jakarta dan sekitarnya untuk berlibur ke Tugu Monumen Nasional (Monas).
Pantauan merdeka.com di lokasi, antrean kendaraan, baik itu roda empat atau roda dua untuk masuk parkiran Monas sudah terlihat dari Jalan Merdeka Selatan. Dari depan Balai Kota, kantor di mana Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) berdinas.
Tak sedikit pula pengunjung yang kebingungan saat hendak masuk ke halaman Monas. Sebab, untuk dapat memasuki Monas terlebih dahulu harus memutar dan menyusuri pinggir panggar Monas yang terletak di Jalan Merdeka Selatan.
Setelah memarkir kendaraan, pengunjung tak langsung bisa masuk ke pelataran Monas. Sekeliling parkiran diberi pembatas tali, tanda pengunjung harus memutar haluan.
Antrean juga terlihat mengular saat pengunjung hendak memasuki terowongan Monas. Mereka harus antre kurang lebih 15 menit untuk bisa masuk ke terowongan Monas hingga Cawan Monas.
"Saat ini pengunjung hanya bisa masuk ke terowongan dan sampai Cawan Monas. Untuk tiket naik ke puncak Monas sudah ditutup, antrean masuk ke terowongan harus menunggu 15 menit. Terima kasih," begitu informasi dari petugas Monas melalui speaker, Jakarta, Sabtu (2/1).
Pengunjung bisa memanfaatkan kereta wisata yang disediakan pengelola Monas dari pintu masuk parkiran hingga pintu masuk terowongan Monas. Tetapi, karena keterbatasan jumlah kereta wisata tersebut, pengunjung harus antre beberapa saat lamanya.
Tidak ada pertunjukan yang terlihat di kawasan Monas. Hanya tampak boneka badut-badutan seperti tokoh kartun Doraemon, Puri Masa dan orang yang berkostum tentara yang diajak untuk berfoto.
"Bayarnya seikhlasnya, begitu selesai foto ada yang ngasih Rp 5 ribu, Rp 2 ribu dan dimasukkan ke kaleng di depan boneka itu," kata Suratmi yang mengajak foto anaknya. (mdk/hhw)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya