Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Menteri Tjahjo ingatkan Anies-Sandi soal jual beli jabatan

Menteri Tjahjo ingatkan Anies-Sandi soal jual beli jabatan Kapolri hingga Panglima TNI tinjau misa Natal. ©2017 merdeka.com/iqbal s nugroho

Merdeka.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengingatkan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno soal jual beli jabatan. Pasalnya banyak kepala daerah yang ditangkap KPK karena terlibat jual beli jabatan.

"Ini harus jadi pegangan tiap pemangku kebijakan baik di tingkat pemerintah daerah atau level-level lain," katanya saat membuka Musrenbang RPJMD di Balai Kota, Rabu (27/12).

Tjahjo juga mengingatkan Anies dan jajarannya agar mencermati berbagai hal sebelum mengambil keputusan, khususnya berkaitan dengan perencanaan dan penggunaan anggaran khususnya berkaitan dengan dana hibah, dana bansos, retribusi, pajak, serta pengadaan barang dan jasa.

Dia mengungkapkan, penggunaan dana tersebut juga kerap menyeret kepala daerah atau pejabat tersangkut kasus hukum. Perihal ini juga telah dibahas Mendagri bersama KPK. Termasuk juga pengurusan perizinan yang rentan disalahgunakan.

"Poin-poin itu harus jadi perhatian. Itu hasil diskusi Kemendagri dan KPK," ujar politisi PDIP ini.

Dalam penyusunan RPJMD 2017-2022, Tjahjo juga meminta kepada Anies-Sandi agar memperhatikan soal penyediaan lapangan kerja. Termasuk bagaimana kebijakan atau program khusus untuk masyarakat Betawi.

"Kebijakan untuk masyarakat Betawi harus ada. Ini bagian dari identitas dan untuk melestarikan budaya," tegasnya.

Tiap kebijakan politik pembangunan yang direncanakan dalam Musrenbang RPJMD harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat di DKI Jakarta. "Jakarta bukan hanya milik warga DKI tapi warga Indonesia yang tiap saat datang ke Jakarta," jelas Tjahjo. (mdk/fik)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP