Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mensos minta Jokowi bantu bayi Dera

Mensos minta Jokowi bantu bayi Dera mensos sidak anak jalanan. ©2012 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Dera Nur Anggraini mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (16/2) karena ditolak oleh lima rumah sakit. Harusnya, Dera bisa diletakkan di sudut mana pun di rumah sakit.

"Ya harusnya kalau tidak ada tempat taruh di pojokan tempat di rumah sakit kan juga bisa," ujar Menteri Sosial, Salim Segaf Al Jufri di kantornya, Jakarta, Senin (18/2).

Politikus PKS ini mengatakan dirinya tidak memahami kenapa rumah sakit melakukan pembiaran. Padahal, kondisi Dera saat itu kritis, antara hidup dan mati.

"Dari medis harusnya berpikir selamatkan dulu," katanya.

Selain itu, Salim meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk membantu kasus ini.

"Ini pastinya daerah yang berkewenangan melakukan yaitu gubernur DKI Jakarta," paparnya.

Seperti diketahui, Setelah sepekan berjuang melawan penyakitnya, seorang bayi bernama Dera Nur Anggraini mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (16/2). Dera meninggal pada pukul 18.00 WIB di Rumah Sakit Zahira, Jakarta Selatan.

Dera yang lahir secara prematur meninggal akibat mengalami masalah dengan pernapasan karena ada kelainan pada kerongkongannya. Karena di rumah sakit tersebut tidak mempunyai alat memadai, dokter di Rumah Sakit Zahira menyarankan agar di rujuk ke rumah sakit lain.

Sebelum Dera meninggal, Elias sebenarnya sudah berusaha mencari rumah sakit rujukan lain. Ke RSCM, Fatmawati dan Rumah Sakit Harapan Kita, tapi tak ada satu pun rumah sakit itu menerima Dera.

(mdk/ren)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP