Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

'Mengerikannya' makam di Jakarta, ada nisan tak berpenghuni

'Mengerikannya' makam di Jakarta, ada nisan tak berpenghuni Perawat makam di TPU Utan Kayu. ©2013merdeka.com/m. luthfi rahman

Merdeka.com - Buruknya pengelolaan tempat pemakaman umum (TPU) di Jakarta bukan cerita baru lagi. Masih saja ada tangan-tangan nakal mempermainkan tempat peristirahatan terakhir tersebut.

Saking kacaunya pengelolaan makam-makam di Jakarta, sampai melahirkan istilah 'mahalnya mati di Jakarta'. Mahal karena keluarga si jenazah harus merogoh kocek dalam-dalam agar mendapat liang lahat berukuran 1x2 dengan posisi terbaik untuk anggota keluarga yang telah tiada. Padahal, duka masih menyelimuti mereka yang ditinggalkan.

Kasus jual beli liang hanyalah satu dari sederet permasalahan makam di Jakarta. Banyak petugas makam memanfaatkan kedukaan keluarga untuk meraup untung.

Mengikuti pada aturannya, biaya pemakaman berkisar Rp 100.000. Sedangkan untuk yang termurah Rp 40.000. Biaya makam itu meliputi penggalian sampai proses pemakaman dan penguburan serta perawatan. Namun faktanya, biaya yang harus dibayarkan pihak keluarga lebih banyak. Bahkan untuk mendapatkan posisi liang lahat yang sesuai keinginan ada lagi tarif yang dibebankan. (mdk/lia)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP