Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Mencla-mencle Ahok soal prostitusi di Hotel Alexis

Mencla-mencle Ahok soal prostitusi di Hotel Alexis Ahok. ©2015 merdeka.com/fikri faqih

Merdeka.com - Sikap Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memberantas prostitusi tidak berizin perlu diacungi jempol. Lokalisasi Kalijodo di Jakarta Utara, menjadi korban ketegasan sikap mereka. Kini, Pemprov DKI justru tengah didesak membongkar prostitusi kelas atas, salah satunya di Hotel Alexis.

Gubenur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok beberapa waktu terakhir tidak pernah menyatakan sikap tegas kepada Hotel Alexis laiknya kepada Kalijodo. Padahal dirinya mengakui bila kedua tempat itu terdapat ajang prostitusi.

Khusus bagi Hotel Alexis, Ahok pernah memberi gambaran sedikit tentang bagaimana indahnya 'surga dunia' di sana. "Di Alexis itu lantai 7 nya surga dunia loh (prostitusi). Di Alexis itu bukan surga di telapak kaki ibu loh, tapi lantai 7," kata Ahok, Selasa pekan lalu.

Meski begitu, dia tidak mau menyebut Hotel Alexis sebagai ajang lokalisasi. Sebab, tidak sembarangan untuk mendapatkan pemuas syahwat. Perlu dana cukup besar untuk mencicipi kenikmatan para pekerja seks komersial (PSK) di sana.

"Alexis bukan lokalisasi, itu lokalisasi tanda kutip. Sama aja ada artis ketangkap di hotel, hotel mewah ditutup enggak hotelnya? Enggak juga," ujarnya, Kamis pekan lalu.

Selama ini, dia mengakui bahwa Pemprov DKI tidak dapat menutup Hotel Alexis karena tidak memiliki cukup bukti bahwa terdapat praktik prostitusi. Sikap Ahok seolah berubah alias mencla-mencle bila disinggung mengenai penindakan prostitusi di Hotel Alexis. Ahok justru menantang balik. Dia menantang siapapun masyarakat untuk membuktikan bahwa hotel Alexis terdapat bisnis lendir, maka akan langsung ditutup. (mdk/hhw)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP