Menanti keberanian Ahok langsung datangi Kalijodo
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) tidak main-main menertibkan lokalisasi Kalijodo, Jakarta Utara. Demi membebaskan lahan hijau itu, Ahok sudah memerintahkan Wali Kota Jakarta Utara untuk memberikan surat pemberitahuan pertama (SP1) kepada warga setempat.
Surat itu berisi imbauan untuk segera mengosongkan rumah yang berdiri di atas tanah negara. Sebagai kompensasinya, Pemprov DKI menyediakan rumah susun (rusun) bagi warga Kalijodo yang tergusur.
Di tengah progresifnya langkah Ahok menertibkan Kalijodo, dia justru mendapat kritik dari sejumlah pihak karena tidak pernah mengunjungi lokalisasi tertua di Jakarta itu.
Kritik muncul di saat para bakal calon gubernur DKI, sebut saja Ahmad Dhani, justru datang menyambangi warga Kalijodo.
Anggota DPRD DKI Jakarta Muhammad Sanusi menilai Ahok tidak berani menghadapi warga Kalijodo dan berlindung di balik kekuasaan dan aparat gabungan.
"Jadi kan dia pengecut, cuma karena disuruh orang, cuma karena punya tentara punya pasukan disuruh serbu segitu doang," kata Sanusi di Gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (18/2).
Seharusnya, katanya, Ahok dapat meniru gaya Presiden Joko Widodo saat akan menertibkan waduk Pluit. Kala itu, Jokowi mendahulukan proses dialog ketimbang mengeluarkan SP. Sanusi juga menyebut proses dialog tidak lah sulit, sehingga dia menyayangkan sikap Ahok.
"Anak sendiri kok itu, panggil aja. Gaya Jokowi ikutin lah, undang ke balai kota, dialog, selesai. Pendekatannya harus matang, kalau dia gentle undang seluruh orang itu, bawa ke Balai Agung, jelasin, ini begini situasinya, Anda begini, bukan datang cuma ditempel, itu bukan sosialisasi namanya," tegasnya. (mdk/ren)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya