Melihat Batas Depo Pertamina Plumpang dengan Pemukiman Warga, Cuma Disekat Tembok
Merdeka.com - Kebakaran di Depo Pertamina Plumpang, Jumat (3/3) malam, merenggut belasan korban jiwa, puluhan korban luka dan ratusan kepala keluarga harus mengungsi. Warga yang menjadi korban tinggal di permukiman padat kawasan Tanah Merah, yang berbatasan langsung dengan instalasi vital itu.
Permukiman padat itu ditandai dengan gang sempit. Jalan terlebar di lokasi itu memang bisa dilalui dua mobil, namun sangat mepet. Kondisi ini cukup menyulitkan mobil pemadam kebakaran dan ambulans yang membantu di lokasi.
Gang yang ada di kawasan itu juga sangat sempit. Bila diukur, lebar gang hanya muat untuk satu motor.
Di belakang permukiman itu, terdapat tembok pembatas dengan depo dan kilang Pertamina. Sejumlah rumah menempel langsung ke tembok itu.
Warga bernama Puspa(49) mengaku sudah 20 tahun tinggal dengan permukiman yang berdempet dengan sekat tembok Depo Pertamina Plumpang. Menurut dia, bau menyengat bensin saat kilang tengah diisi bensin sudah menjadi menu sehari-hari mereka.
"Bau bensin sudah biasa kita di sini," ujar Puspa di lokasi kejadian.
Saat insiden tadi malam, bau bensin yang dihirup terasa berbeda, karena lebih menyengat dan menusuk. Tidak pikir panjang, pengalaman serupa di tahun 2017 membuatnya langsung melakukan evakuasi mandiri.
"Saya langsung pergi ke rumah mama saya di Kelapa Gading, saya tinggal rumah karena takut terjadi apa-apa," tuturnya.
Puspa mengaku sempat melihat api yang sangat besar. Namun saat dia melakukan evakuasi, api belum mencapai pemukiman. Puspa mengaku beruntung, rumahnya yang berada di RT 09 RW 09 tidak terbakar. Si jago hanya menghanguskan permukiman di RT 12 RW 09.
"Rumah saya tidak kena, padahal depan rumah saya ini salah satu kilang. Saya tidak tahu bagaimana nasibnya kalau kilang itu yang terbakar," pungkas Puspa.
Reporter: M Radityo/Liputan6.com.
(mdk/yan)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya