Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Masih ada 37.000 warga DKI Jakarta buang air sembarangan

Masih ada 37.000 warga DKI Jakarta buang air sembarangan Kemiskinan kota meleset. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Data yang dimiliki Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menunjukkan, sampai saat ini masih ada 37.000 warga DKI yang buang air, baik air besar maupun air kecil sembarang. Terutama warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai. Imbasnya terjadi pencemaran sungai.

"Oleh karena itu, kami ingin dalam waktu lima tahun ke depan, sedikitnya 400.000 warga DKI Jakarta tidak ada lagi yang buang air di sembarang tempat. Dengan begitu, tidak ada lagi sungai yang tercemar," tutur Deputi Gubernur DKI Jakarta Bidang Tata Ruang dan Lingkungan Hidup Oswar Muadzin di Jakarta, seperti dilansir Antara, Jumat (14/7).

Tidak hanya itu, Pemprov juga mencatat masih banyak warga yang sesungguhnya sudah memiliki toilet di rumahnya, namun belum memiliki septic tank. Karena itu pihaknya menggulirkan rencana pembangunan sistem sanitasi komunal di wilayah DKI Jakarta, yaitu toilet komunal dan septic tank komunal. Dengan sistem ini maka septic tank dapat digunakan beberapa kepala keluarga sekaligus.

"Salah satu yang menjadi perhatian kami adalah banyaknya warga yang sudah punya toilet, tapi belum ada septic tank-nya. Untuk itu, kami akan segera buatkan septic tank," ungkap Oswar.

Dia menuturkan, sistem komunal itu akan menyambung ke perpipaan. Pemprov DKI memiliki rencana untuk membangun sistem perpipaan untuk air limbah di 15 zona. Ditargetkan pada 2050, sebanyak 80 persen wilayah DKI Jakarta sudah dilayani sistem perpipaan.

"Target itu memang masih lama. Akan tetapi, sambil menunggu realisasinya, saat ini kami fokus untuk terus mengembangkan sistem-sistem komunal untuk sanitasi yang lebih baik di ibukota," ucapnya. (mdk/noe)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP