Manuver Yusril bela warga Luar Batang bikin Ahok geram

Yusril juga menyebut bahwa penggusuran tersebut bertendensi melanggar hak asasi manusia.

Mardani
Oleh Mardani - Reporter
Manuver Yusril bela warga Luar Batang bikin Ahok geram
Yusril Capres PBB. ©2013 Merdeka.com/Muhammad Luthfi Rahman

Rencana Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menggusur kawasan Luar Batang, Jakarta Utara, menuai penolakan keras dari warga Luar Batang. Warga bahkan sepakat menunjuk Yusril Ihza Mahendra sebagai kuasa hukum buat melawan penggusuran.Yusril yang pernah menjabat sebagai Menkum HAM pun langsung bermanuver. Pernyataan-pernyataan keras diungkapkannya di media.Yusril menyatakan penggusuran yang dilakukan Pemprov DKI terhadap pemukiman warga yang memiliki sertifikat, merupakan bentuk kezaliman. Yusril juga menyebut bahwa penggusuran tersebut bertendensi melanggar hak asasi manusia (HAM).Sebab, penggusuran menggunakan alat berat untuk merobohkan rumah warga, serta melibatkan ribuan aparat TNI dan Polri. Yusril yang berniat maju menjadi cagub di Pilgub DKI 2017 pun mengaku tak akan melakukan penggusuran jika kelak terrpilih menjadi gubernur DKI."Ke depan, cara-cara kejam seperti ini tidak boleh ada lagi. Dan saya jamin, kalau saya terpilih jadi gubernur tidak ada lagi penggusuran di Jakarta," ujar Yusril di Jakarta, Sabtu (16/4).Tak cuma itu, Ketua Umum Partai Bulan Bintang ini mengaku telah mengirim surat tantangan kepada Ahok untuk berdialog dengan warga mengenai penggusuran yang akan dilakukan pemprov DKI Jakarta. Yusril pun menunggu balasan Ahok mengenai tantangannya itu."Saya sudah mengirim surat ke Ahok untuk berdialog ke sini (Luar Batang). Saya akan mengajak gubernur DKI Jakarta, kita tantang apakah dia berani datang ke sini atau tidak," kata Yusril di halaman Masjid Jami Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (20/4).Yusril lantas mengingatkan saat Jokowi mencalonkan diri di Pilgub DKI 2012 lalu, Jokowi pernah membuat kontrak politik yang berisi tidak akan melakukan penggusuran dan menjajikan akan menata Jakarta secara manusiawi."Ketika pak Ahok banyak menggusur tapi sampai hari ini kita tidak mendengar komentar dari pak Jokowi. Yang terdengar malah penghentian reklamasi untuk sementara. Kalau sementara berarti akan ada. Kita melakukan perlawanan bukan mau anarkis maupun SARA," kata Yusril.Yusril mengatakan, bersama warga Luar Batang akan melawan kezaliman Ahok itu dengan cara yang baik. "Kita tidak menggunakan cara anarkis. Pak Ahok pernah bilang kalau mau menghadapi rakyat harus pakai jalur hukum. Saya bilang pasti, kita pasti akan melalui jalur hukum," pungkas Yusril.

‪

Dia juga berencana mengajukan gugatan terhadap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atas rencana penggusuran tersebut."Saya ingin mengajukan gugatan, iya, tapi gugatan pengadilan, bukan ke Polda," kata Yusril saat ditemui di Jakarta, Kamis (21/4).Gugatan tersebut, diakuinya akan secepatnya dilakukan. Hal itu guna mencegah penggusuran yang akan dilakukan sekitar Mei 2016 mendatang."Semoga saja ada keputusan pengadilan untuk menghentikan kegiatan ini," ungkapnya.Dia juga balik menantang Ahok untuk menggugat rakyat. Jawaban itu dia sampaikan jika Ahok merasa yakin tanah yang diduduki warga adalah milik negara. Dia juga siap meladeni gugatan Pemprov."Rakyat punya sertifikat dan tanah itu hak mereka. Kalau Gubernur bilang itu bukan punya rakyat, Gubernur yang gugat," tegas Yusril dalam akun Twitter miliknya, Kamis (21/4).

Yusril menjelaskan, ketika salah satu pihak merasa dirugikan atau mencoba menyangkal kepemilikan suatu lahan, maka harus membuktikannya di pengadilan, bukan sebaliknya."Gubernur menyangkal sertifikat yang dimiliki warga, maka gubernur yang harus menggugat rakyat ke pengadilan," ujar Yusril.Dalam pandangannya, Yusril merasa aneh saat orang yang memiliki hak harus menggugat pihak yang tak berhak menguasai tanah. Dia pun menantang Ahok untuk menggugat warganya sendiri."Makanya silakan Gubernur gugat rakyat di pengadilan, kami akan ladeni. Ente jual ane beli!" lanjut dia.Ahok pun bereaksi. Mantan anggota DPR ini mulai geram dengan sikap Yusril. Ahok pun meminta agar tidak memberikan panggung kepada Yusril."Kita baca dulu ada apa, ya kan, enggak usah kasih panggung buat dia lah ngomong," kata Ahok di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (21/4).Ahok menilai aksi Yusril yang katanya ingin memberikan bantuan hukum justru hanya memperkeruh keadaan. Ahok kesal karena terus dituduh bakal menggusur Masjid Keramat Luar Batang.Padahal, Ahok mengklaim, yang akan dilakukannya bukan menggusur, tapi justru akan mempercantik. "Orang Luar Batang sudah fitnah saya kok mau hancurin masjid, hancurin makam. Kalian cek saja, apa pantas ngomong kayak gitu," tegas Ahok.Dia pun mengaku enggan berdebat dengan Yusril melalui media massa. Lebih baik, menurutnya, jika Yusril menyebut warga memiliki sertifikat tanah yang sah atas lahan itu, Ahok meminta untuk menggugatnya di pengadilan."Makanya kita enggak usah berdebat kayak gitu, silakan gugat kan dia pengacara, ngerti hukum ya gugat saja," cetusnya.Bagi Ahok, lebih etis jika masalah ini dibawa ke meja hijau. Cara ini jauh lebih baik ketimbang menebar fitnah dan membangun opini bahwa Ahok akan menggusur Masjid Luar Batang beserta makam keramat Habib Husein bin Abu Bakar Alaydrus."Ya gugat. Jadi supaya enak bicara di hukumnya. Bukan bangun opini bilang saya mau bongkar masjid bilang mau hancurkan makam Habib. Itu kan sesuatu yang enggak pantes gitu loh. Jadi sudah lah enggak usah diomongin," tandas Ahok.Ahok mengaku, aksi Yusril tersebut mengingatkannya pada kasus Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang dengan PT Godang Tua Jaya (GTJ). Saat itu, Yusril mengambil panggung menjadi kuasa hukum PT GTJ.Yusril juga melakukan hal serupa dengan mengirimkan surat tantangan untuk dialog, namun Ahok santai dan enggan menanggapi."Sama kayak kasus Bantargebang juga gitu. juga kirim surat ke saya, saya diamin aja. Kalau kamu ngerasa hebat ya gugat dong Bantargebang biar kebongkar makan duit Rp 400 miliar kita," tutup Ahok.‬

Rekomendasi