Mana janji Ahok mau gaji penjaga pintu air?
Merdeka.com - Kepala Pintu Air Perintis Kemerdekaan, Jakarta Utara, Mamat (42) dan anggotanya Wanto (28) mengeluh karena sudah tiga bulan gajinya belum dibayar Pemprov DKI. Padahal pintu air itu wewenang Pemprov.
Wanto mengaku dirinya harus berhutang kepada warung langganannya untuk mendapatkan makan.
"Mohonlah gaji kita dibayarkan, soalnya utang sudah menumpuk, keluarga kita juga bagaimana nasibnya," keluh Wanto kepada merdeka.com di lokasi, Selasa (18/6).
Sementara itu, Mamat mengatakan pihaknya kerap mendapat keluhan warga sekitar yang terganggu masalah sampah. Sebab, sampah di pintu air itu sudah menumpuk dan menimbulkan aroma tak sedap.
"Bagaimana tidak menumpuk, kita membersihkan secara manual, volume sampah terus meningkat kalau hujan terakhir turun terus," ujar Mamat.
Mamat mengaku pihaknya kewalahan harus membersihkan sampah tersebut secara manual. Padahal di pintu air itu ada backhoe, tapi pengoperasiannya dihentikan karena tak ada anggaran untuk alat berat tersebut.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) yang pernah berujar Pemprov DKI akan membayar gaji petugas pintu air di Jakarta, langsung membantah jika masih ada petugas pintu air yang gajinya belum dibayar.
Dia menyatakan, gaji petugas pintu air di Jakarta merupakan kewajiban Dinas PU Jakarta dan ada juga yang menjadi tanggung jawab Kementerian PU.
"Pintu air mana? Lihat dulu, kalau punya kita, sudah kita gaji semuanya," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (18/6).
Justru, lanjut Ahok , masalah gaji yang belum diselesaikan adalah petugas operator saringan sampah. Pasalnya, ada beberapa nama tak masuk dalam data.
"Yang belum itu operator saringan sampah yang tidak jelas namanya, kita periksa dulu nanti," katanya. (mdk/tyo)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya