Mampukah Anis Matta jadi pesaing kuat Ahok di Pilgub DKI
Merdeka.com - Pemilihan Gubernur DKI Jakarta baru akan berlangsung 2017 mendatang. Sejumlah partai sudah mulai kasak-kusuk menyiapkan nama calon yang akan menjadi penantang incumbent Basuki Tjahaja Purnama. Ahok sendiri, meski didekati sejumlah partai, sudah menyiapkan diri melalui jalur independen.
Jika Gerindra berulangkali menyebut nama pengusaha Sandiaga Uno hingga Wali Kota Bandung Ridwan Kamil sebagai calon kandidat gubernur, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masih menjaring nama-nama dari internal. Salah satu nama yang kini muncul adalah mantan Presiden PKS Anis Matta. Padahal, PKS dulu pernah gagal mengusung Hidayat Nur Wahid saat Pilgub 2012 lalu. Bahkan Hidayat yang berpasangan dengan politikus PAN Didik J Rachbini gagal lolos ke putaran kedua karena kalah bersaing dengan Jokowi-Ahok dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli.
Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS DKI, Syakir Purnomo menyatakan, partainya saat ini sedang melakukan penjaringan untuk cagub DKI 2017. Menurut dia, sejumlah nama sedang digodok termasuk nama mantan Presiden PKS Anis Matta.
"Dari penjaringan internal, ada nama Hidayat Nur Wahid, nama itu muncul. Ada pula Ahmad Heryawan (Gubernur Jawa Barat), Triwisaksana (Wakil Ketua DPRD DKI), Selamat Nurdin (Ketua Fraksi PKS), dan ustaz Anis Matta," kata Syakir Purnomo saat dihubungi, Kamis (21/1).
"Kalau penjaringan kan sudah dilakukan ketika bulan November kemarin. November sudah dilakukan, survei itu dilakukan pada akhir Desember kemarin, dilakukan 24 sampai 29 Desember," tutur dia.
Syakir mengatakan, penjaringan tersebut bukanlah keputusan akhir partainya dalam mengusung kader dalam Pilgub 2017. Proses selanjutnya, katanya, nama-nama yang sudah disaring akan ditentukan secara musyawarah oleh Dewan Pimpinan Tingkat Pusat (DPTP) PKS.
Adapun yang menjadi anggota DPTP PKS adalah Ketua Majelis Syuro Salim Segaf Al Jufrie, Wakil Ketua Majelis Syuro Hidayat Nur Wahid sendiri, Sekretaris Majelis Syuro, Presiden PKS Sohibul Iman, Sekjen PKS Taufik Ridlo, Bendahara Umum, hingga Ketua Dewan Syariah Pusat Surahman Hidayat.
"Yang memutuskan akan full team secara musyawarah," tambah Syakir.
Lebih lanjut, menurutnya, partainya menargetkan nama-nama yang sudah diputuskan DPTP dapat diumumkan pada Januari ini. "Kalau kapan waktunya, mudah-mudahan dalam waktu dekat ini. Waktu konsolidasi, sama sampaikan ke media, mudah-mudahan bulan Januari ini. Saya juga ingin tahu segera juga. Ya dalam waktu yang tak terlalu lama lah," jelas Syakir.
Dilihat dari nama-nama yang muncul, Anis Matta merupakan 'pendatang baru' karena beberapa nama lain pernah masuk dalam bursa cagub dan cawagub. Sebut saja Triwisaksana, Selamat Nurdin hingga Ahmad Heryawan.
Secara nasional, Anis Matta mungkin lebih dikenal terutama di mata kader PKS. Namun, di Jakarta, popularitas mantan wakil ketua DPR itu harus diukur lagi. Apalagi, Anis bukan caleg PKS yang bertarung dari Jakarta pada Pemilu 2004 saat dia lolos ke DPR. Dia merupakan caleg yang berasal dari Sulawesi Selatan, daerah kelahirannya. Berbeda dengan Hidayat Nur Wahid yang mendapat suara terbanyak saat PKS berjaya di Pemilu 2004.
Anis terkenal sebagai seorang penulis buku-buku politik dan dakwah, dan tulisan-tulisannya banyak menjadi rujukan di kalangan aktivis dakwah kampus. Salah satu karyanya yang paling populer yang baru baru ini keluar Adalah buku yang berjudul "Gelombang Ketiga Indonesia", isi dari buku itu antara lain, pemimpin yang di dambakan negara, misi Indonesia agar menjadi Negara Sejahtera.
(mdk/bal)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya