Malam Tahun Baru, Delman di Monas Panen Rezeki
Merdeka.com - Jelang pergantian tahun, masyarakat dari Jakarta maupun dari luar Jakarta berbondong-bondong datang ke Monas, Jakarta Pusat. Mereka yang datang memang sengaja ingin merayakan pergantian tahun bersama dengan keluarga, teman, saudara bahkan pacarnya.
Namun, ramainya monas pada saat pergantian tahun ini juga dipadati oleh delman dengan berbagai macam warnanya. Karena kedatangan delman ini sengaja untuk mengantarkan masyarakat yang ingin keliling monas.
Bodin, salah seorang kusir delman mengaku pendapatan pada saat pergantian tahun dengan lebih banyak dari hari biasa. Di saat hari pergantian tahun, yang mana ia keluar rumah dari pukul 07.00 WIB-24.00 WIB.
"Hari biasa berapa dapatnya Rp 500 ribu paling biasanya. Nah, kalau tahun baru paling bisa sampe 800 ribu sama kayak tahun lalu. Soalnya kan banyak delman juga, enggak sendiri doang," kata Bodin kepada merdeka.com di Monas Timur, Jakarta Pusat, Senin (31/12).
"Rute biasa doang, kalau full jarang dibawa. Soalnya kan macet," tambahnya.
Pendapatan itu dapat dari satu kali puteran dalam rute yang sangat pendek. Untuk tarifnya sendiri ia mengenakan Rp 50 ribu per sekali jalan saja.
"Tahun baru paling ke sini doang. Dari sini (pintu monas timur) balai kota sampe air mancur balik lagi. Kalau hari biasa yang keliling monas, Rp 50 ribu mau ramai-ramai mau sendiri ya Rp 50 ribu. Jadi setiap naik saja Rp 50 ribu," sebutnya.
Namun, jika masyarakat ingin memutar atau berkeliling monas secara utuh atau full akan dikenakan tarif yang berbeda yakni Rp 100 ribu. "Kita nawarin dua rute muternya, ditawarin dulu. Kalau muter biasakan cuma dari sini (pintu monas timur), balaikota sampe pancuran. Nah kalau muter full baru keliling monas. Kalau full 100 ribu, itu mau hari biasa atau tahun baru sama saja," ujarnya.
Bondi pun mengungkapkan, ia pernah mendapatkan penghasilan lebih dari Rp 1 juta pada saat pergantian tahun 2013 ke 2014.
"Paling gede dulu kan nariknya di dalem dapat ya cenggo (Rp 1,5 juta) tahun 2013 akhir. Paling kecil 500 ribu," ucapnya.
Pendapatan Rp 500-800 ribu menurutnya sudah cukup untuk menafkahi satu orang istri dan satu orang anaknya. Karena, ia meski harus membayar sewa delman yang ia bawa.
"Nyewa ini, seminggu 200 ribu. dan saya narik dari jam 7 pagi sampai jam 12 malam. Siang ngaso dah ngempanin, kasih makan kuda. Ini sudah bawa empannya," ungkapnya.
Lalu, untuk sistem membawa penumpang sendiri ternyata tidak seperti dengan ojek pangkalan. Karena, para kusir ini akan menjalankan kudanya jika ada penumpang yang memang memilih kudanya untuk menjadi transportasi.
"Enggak (kaya ojek pangkalan gantian sistemnya), gimana maunya penumpang aja, milih aja sewanya maunya naik yang mana. Pokoknya sesuakan penumpang saja, kalau penumpangnya mau sama kita ya kita tarik. Kebanyakan juga pada milih penumpang, nyari yang nyaman," jelasnya.
Warga Joglo ini pun mengaku, tak sedikit juga penumpang yang ingin membawa delmannya sendiri. Meskipun diizinkan, tetap Bondi awasi dari dekat.
"Ada, kita kasih. Kita ajarin nanti dan kebanyakan anak kecil, paling kita kasih dua (tali kemudi) sama kita pegang dua," pungkasnya.
(mdk/eko)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya