Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Larang Gunakan Plastik, Anies Diminta Siapkan Solusi Distribusi Daging Kurban

Larang Gunakan Plastik, Anies Diminta Siapkan Solusi Distribusi Daging Kurban Anies Baswedan resmikan revitalisasi Taman Ismail Marzuki. ©Liputan6.com/Johan Tallo

Merdeka.com - Gubernur Jakarta Anies Baswedan melarang warga Ibu Kota menggunakan plastik sekali pakai sebagai wadah distribusi daging kurban. Untuk itu Pemprov DKI Jakarta diharapkan bisa menyediakan alat pengganti plastik sekali pakai itu.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD DKI Gembong Warsono menyatakan mendukung larangan Pemprov itu. Namun, dia menyarankan, Pemprov DKI Jakarta harus menyediakan solusi bagi masyarakat yang ingin mendistribusikan daging hewan kurban.

"Nah kalau melarang, harus ada solusi sebagai pemerintah jangan melarang saja," katanya di Gedung DPRD DKI, Senin (29/7).

Dia mencontohkan Pemprov DKI bisa penyediaan kantong hasil daur ulang atau wadah yang ramah lingkungan. Harapannya ini akan mempermudah masyarakat mendukung program Pemprov DKI.

"Misalnya apa? Sediakan kantong yang ramah lingkungan, wadah-wadah bambu gitu misalnya. Jangan cuma larang-larang aja," tutupnya.

Sebelumnya, Anies sudah menandatangani aturan larangan penggunaan kantong plastik saat pembagian daging kurban.

"Jadi, saya menandatangani hari ini, bukan instruksi gubernur, tapi seruan gubernur kepada seluruh masyarakat terkait dengan penyelenggaraan Idul Adha untuk menggunakan pembungkus tidak dari plastik sekali pakai, tapi dari bahan bisa didaur ulang," kata Anies di Jakarta, Kamis, 25 Juli 2019, malam.

Soal penjualan hewan kurban yang biasa ditemukan di trotoar jalan Ibu Kota, Anies menegaskan siap diatur oleh wali kota masing-masing wilayah.

"Jadi, nanti segala macamnya ditata, wali kota sedang atur," jelas Anies.

Penataan ini, ujar Anies Baswedan, bukan untuk melarang mereka mencari nafkah. Hanya saja tata letak mereka ditempatkan sedemikian rupa agar tak mengganggu pengguna jalan, khususnya pejalan kaki.

"Diatur sehingga tidak mengganggu lalu lintas orang, kendaraan. Mereka tetap bisa berdagang di tempat yang mudah dijangkau. Pak Walkot yang tentukan," ucap Anies.

Anies juga mengatakan limbah pemotongan hewan kurban sudah dikoordinasikan dengan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian Provinsi DKI Jakarta guna pengawasan dan pemeriksaan daging hewan kurban.

Reporter: Delvira HutabaratSumber: Liputan6.com

(mdk/fik)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP