Lantik Kepala BNN DKI, Ahok minta diskotek edarkan narkoba ditutup
Merdeka.com - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) melantik Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) DKI Jakarta, Iwan Ibrahim yang menggantikan Ali Johardi, hari ini. Ahok berharap dibawah pimpinan Iwan, BNNP DKI bisa lebih tegas dalam memberantas narkoba di Jakarta.
"Ke depan, saya ingin tangkap tempat-tempat hiburan yang masih ada narkobanya," ujar Ahok usai melantik Iwan di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (11/8).
Ahok juga memerintahkan Iwan agar menutup tempat hiburan malam bila ditemukan pelanggaran peredaran narkoba.
"Pelanggaran bawa narkoba ke tempat hiburan kita sikat, kita tutup," ujarnya.
Ditemui di tempat yang sama, Iwan Ibrahim mengaku jika dirinya akan menyanggupi perintah Ahok. Dirinya mengaku optimistis, jika BNN Provinsi DKI Jakarta bekerjasama dengan kepolisian dapat memberantas jaringan narkotika di Ibu Kota ini.
"Kita optimis. Kita cuma melaksanakan kebijakan dan ini perintah dan kita jalankan perintah itu," ujar mantan Kepala BNNP Jawa Timur ini.
Sebelumnya, BNNP DKI dijabat Ali Johardi. Di bawah pimpinan Ali, diskotek Stadium berhasil ditutup.
Sementara itu, berdasarkan catatan BNN Provinsi DKI Jakarta tahun 2014 lalu, angka penyalahgunaan narkotika di Ibu Kota mencapai angka 364.174 jiwa atau 4,74 persen populasi warga Ibu Kota. Dengan jumlah penyalahgunaan tersebut, DKI ditargetkan merehabilitasi 5.332 orang, baik dengan rawat inap maupun rawat jalan.
(mdk/gil)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya