Langkah Pemprov DKI sebelum hapus jalur motor di Sudirman
Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyatakan keseriusannya menghapus jalur lambat atau jalur motor di Jalan Sudirman. Langkah itu termasuk salah satu poin hasil evaluasi penghapusan 3 in 1 yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta, Dirlantas Polda Metro Jaya dan PT TransJakarta yang berlangsung di kantor Dinas Perhubungan DKI beberapa waktu lalu.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Andri Yansyah menjelaskan, ada empat poin yang dibahas dalam rapat tersebut. Pertama upaya meningkatkan layanan transportasi massal. Kedua menggalakkan sterilisasi koridor jalur Transjakarta.
"Agar waktu tempuhnya itu seperti yang telah direncanakan," kata Andri Yansyah di kantor Transjakarta, Senin (18/4).
Point ketiga yakni rekayasa traffic light yang akan dilakukan di lokasi yang selama ini bersinggungan dengan koridor jalur 3 in 1. "Sedangkan keempat ini kalau ketiganya sudah dilaksanakan, maka kami akan menghapuskan jalur sepeda motor," kata dia.
Andri Yansyah mengklaim semua langkah itu untuk meningkatkan layanan transportasi di DKI Jakarta. "Hari ini sudah direspons oleh pihak Transjakarta dengan menambah angkutan umum massal. Ini bukan hanya saat kita permasalahan 3 in 1 saja, tapi lebih jauh lagi soal peningkatan layanan transportasi di DKI," tutupnya.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kembali menggulirkan wacana mengubah jalur lambat mobil di kawasan Jalan Sudirman. Langkah ini dilakukan untuk memberikan ruang lebih luas bagi pejalan kaki. Terlebih pembangunan stasiun Mass Rapid Transit (MRT) akan segera direalisasikan.
Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok mengatakan, pedestrian di kawasan Jalan Sudirman dan Jalan Thamrin akan diperlebar menjadi 9,5 meter.Penambahan pedestrian ini akan mengambil badan jalur lambat yang selama ini digunakan mobil dan motor. Jalur hijau yang selama ini berada di tengah jalan akan dipindah ke pedestrian. (mdk/noe)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya