Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Kubu Foke: Rhoma Irama bukan bagian tim kampanye

Kubu Foke: Rhoma Irama bukan bagian tim kampanye Rhoma Irama. ©2012 Merdeka.com/imam buhori

Merdeka.com - Hari ini, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) DKI Jakarta memanggil tim sukses pasangan cagub-cawagub DKI Jakarta, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) terkait isu SARA yang diucapkan Rhoma Irama dalam ceramah di sebuah masjid.

"Hadirnya kita ini karena ada undangan dari Panwaslu, kita juga tidak tahu dasarnya diundang. Tetapi sebagaimana diketahui, sehubungan dengan adanya ceramah dari Rhoma Irama yang diduga ada isu SARA. Tapi perlu saya tegaskan, bahwa Bang Haji bukan bagian dari tim kampanye Foke-Nara bukan tim sukses," ujar Ketua bagian advokasi pasangan Foke-Nara, Zamakh Sari, kepada wartawan saat ditemui di kantor Panwaslu DKI Jakarta, Selasa (7/8).

Menurutnya, kapasitas Rhoma Irama pada saat itu adalah sebagai mubalig dan memang menyampaikan dakwah di masjid. Baginya, soal materi yang dibawa Rhoma saat berdakwah menjadi ranah seorang ustaz atau kiai.

"Sementara yang disampaikan adalah dalil Alquran mengenai mekanisme cara memilih seorang pemimpin. Jadi memang ada dalil yang mengatur bagaimana seorang pemimpin, siapa yang harus dipilih. Nah itulah yang disampaikan Rhoma Irama dalam memilih seorang pemimpin," kata dia.

Selain itu Zamakh menyebutkan, saat itu Rhoma Irama bukan sedang berkampanye. Karena menurutnya, unsur dalam kampanye sudah jelas, di mana disampaikan oleh calon dan tim kampanye serta menyampaikan visi, misi dan program, serta ada atribut.

"Tapi semua unsur itu tidak ada. Jadi kalau dibilang kampanye di luar jadawal, dia itukan dakwah di masjid," tuturnya.

Justru pihaknya mempertanyakan, apakah jika ada seorang yang berkapasitas sebagai mubalig dan berdakwah di sebuah masjid menjadi haram. "Apakah diharamkan seorang mubalig menyampaikan ayat kepada umat. Inikan perlu ada kejelasan. Biar warga juga mengetahui," imbuhnya.

Sementara itu, Ketua Panwaslu DKI Jakarta, Ramdansyah menjelaskan, kaitan pemanggilan tim Foke-Nara memang untuk mempertanyakan materi hubungan antara Rhoma Irama dengan tim sukses Foke-Nara. "Kita harus mendapatkan kejelasan baik secara resmi dari tim suksesnya maupun dari data-data kami miliki," jelas Ramdansyah.

Namun dirinya tidak bisa menyebutkan, materi pemeriksaannya seperti apa. "Terkait isi pemeriksaan, kalau Panwas tidak bisa menyampaikan secara utuh. Tapi kalau dari tim sukses mau menyampaikan, itu ranahnya tim suskes Foke-Nara," pungkasnya. (mdk/bal)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP