KRL hingga MRT Alami Peningkatan Penumpang Seiring Penerapan Ganjil Genap
Merdeka.com - Kebijakan ganjil genap di Jakarta sejak 12 Agustus 2021 berdampak terhadap peningkatan jumlah penumpang transportasi umum. Kereta rel listrik (KRL) dan moda raya terpadu (MRT) mengalami peningkatan jumlah penumpang seiring dengan kebijakan ganjil genap.
VP Corporate Secretary PT KAI Commuter Anne Purba mengatakan, data terakhir pada 16 Agustus 2021, penumpang KRL meningkat 3 persen.
"Dari data KAI Commuter hingga pukul 08.00 WIB, tercatat ada 77.679 pengguna. Angka ini bertambah sekitar 3 persen dibanding pekan lalu di waktu yang sama yaitu 75.079 pengguna," ujar Anne saat dikonfirmasi merdeka.com pada Kamis (19/8).
Sejak 16 Agustus hingga saat ini, tren kenaikan jumlah penumpang belum terdata lebih lanjut.
Sementara penumpang MRT juga mengalami peningkatan. Pada periode 3 Juli - 9 Agustus penumpang MRT sebanyak 3,660 orang. Kemudian pada 10-17 Agustus sebanyak 4.143 penumpang.
"Penumpang pada Ratangga mengalami kenaikan sebesar 13,2 persen sejak penerapan minggu pertama ganjil genap. Namun tidak ada perubahan data signifikan di mana jumlah penumpang tertinggi tetap ada pada di pagi hari dan di sore hari sebagaimana sebelum pengaturan ganjil-genap," jelas Plt Kepala Divisi Corporate Secretary PT MRT Jakarta (Perseroda) Ahmad Pratomo.
Untuk tren volume penumpang Transjakarta hingga kini belum dapat dikonfirmasi. Begitu pula dengan Dinas Perhubungan, hingga berita ini tayang belum dapat mempublikasi jumlah penumpang transportasi umum selama kebijakan ganjil genap.
Di masa PPKM Level 4, penumpang transportasi umum diwajibkan menunjukkan kartu vaksin sebelum menggunakan layanan transportasi. Hal ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta Nomor 321 tahun 2021 Tentang Petunjuk Teknis Pembatasan Kapasitas Angkut dan Waktu Operasional Sarana Transportasi pada PPKM Level 4. (mdk/eko)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya